Skip to main content

Category : Religi, Sastra & Budaya


Kajian Kitab Klasik Idhotun Nasyi'in

Tertipu Oleh Perasaan Sendiri

Orang yang berjiwa lemah itu umumnya memandang dirinya tidak dengan pandangan orang lain terhadapnya. Orang yang berjiwa lemah selalu memandang dirinya sebagai orang-orang agung dan mulia. Padahal mereka sama sekali tidak memiliki sebab-sebab yang menyebabkan mereka dianggap orang-orang mulia.  

Cerita dari Pesantren

Goyang Malam-Malam

Kedatangan Gus, putra Mbah Kiai yang mengasuh pondok pesantren tempat Zaid, tokoh santri kita ini mondok disambut ceria.   

Blok Buku

Di Bawah Naungan Cahaya-Mu

Desi Puspitasari, lahir di Madiun, 7 November 1983. Saat ini berdomisili di Yogyakarta. Tidak ada pohon besar di dekat rumahnya, apalagi atap untuk dipanjat, tapi Desi selalu suka mendongak lama-lama pada malam hari saat bulan penuh.

Kajian Kitab Klasik Idhotun Nasyi'in

Nasionalisme 

Hari ini, Jum'at 1 Juni 2018 diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila. Sangat tepat bila kita bicara apa itu nasionalisme. 

Cerita dari Pesantren

Surat Cinta dari Anak Kiai

Santri juga manusia. Punya rasa, punya hati, hehehe...maaf meminjam salah satu bait dalam salah satu lagu yang sempat ngehits dulu. Lagu yang dinyanyikan oleh rocker berambut gondrong keriting.  

Kajian Kitab Klasik Idhotun Nasyiin

Rakyat dan Pemerintah 

Urusan yang dihadapi bangsa itu sama dengan urusan yang dihadapi oleh perorangan. Maqolah ini, menjadi pengantar nasihat yang ada di dalam kitab Idhotun Nasyiin yang dikarang Syekh Musthafa Al-Ghalayani, pada urusan Rakyat dan Pemerintah.   

Cerita dari Pesantren

Tarawih Kilat

Hari-hari di bulan Ramadan di lingkungan pondok pesantren adalah hari-hari untuk meningkatkan ibadah. Pagi siang malam selalu diisi dengan kegiatan ibadah.   

Kajian Kitab Klasik Idhotun Nasyiin

Revolusi Budaya

Umat atau bangsa yang sedang dihinggapi suatu penyakit sosial, maka mereka benar-benar membutuhkan penyembuhan.   

Cerita dari Pesantren

Tergoda Buah Mangga

Tidak Zaid namanya kalau tidak jahil. Tokoh santri kita ini selalu saja ada ide yang dilakukan di pesantren tempatnya mondok. Tak jarang ide jahilnya itu membuatnya malu.