Kajian Kitab Klasik Idhotun Nasyi’in
Kedermawanan
Harta kekayaan seperti halnya kekuasaan. Keduanya itu berfungsi sebagai pelayan bagi manusia di saat manusia terdesak oleh kebutuhan.
Harta kekayaan seperti halnya kekuasaan. Keduanya itu berfungsi sebagai pelayan bagi manusia di saat manusia terdesak oleh kebutuhan.
Banyak terdengar, para Gus atau anak-anak kiai yang laki-laki, karena kalau putra perempuan disapa dengan sebutan Ning, sering berperilaku aneh ketika masih kecil. Bahkan, ada yang nakalnya kelewat batas. Seperti Gus kecil, putra Mbah Kiai tempat Zaid mondok.
Mengenai hal ini sudah terjadi khilaf atau perbedaan pendapat di kalangan para ulama di masa silam. Apakah sesuatu yang ditaruh atau diteteskan di mata bisa membatalkan puasa atau tidak, yaitu semacam celak. Maka untuk tetes mata diqiyaskan dengan hukum celak.
barangsiapa yang menginginkan kemuliaan, maka carilah dengan sikap sederhana atau moderat.
Larangan sangat tegas di pesantren adalah berhubungan dengan lawan jenis. Meskipun surat-suratan misalnya, kalau ketahuan pengurus pesantren juga bakal kena hukuman (takzir). Namun tidak bagi Zaid, santri yang dikenal bandel ini berani mengambil resiko.
Benar dan dusta yang dimaksud dalam pembahasan ini, bukanlah seperti yang dikenal oleh setiap orang selama ini, yakni dusta dan benar dalam perkataan. Sebab hal seperti itu sudah jelas dan anak kecil pun mengerti.
Ini masih kisah tentang Zaid, tokoh santri kita yang bandel, namun pintar. Para santri yang harus bangun setiap menjelang Subuh, tak dihiraukan oleh Zaid. Untuk menghindari hukuman dari pengurus pondok, dia sembunyi di kompleks lain. Dan sejauh itu dia masih aman.
Tahun 2018 dan 2019 adalah tahun politik. Kita akan mengikuti pesta demokrasi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, kemudian memilih anggota DPRD, DPR RI, DPD, dan Presiden di tahun selanjutnya.
Galau. Begitulah yang banyak dialami para siswa yang menjelang lulus. Jika lulus SMP sederajat galau ingin melanjutkan ke mana. Apalagi siswa setingkat SMA dan sederajat kegalauan yang dirasakan semakin besar.
Hukum Allah atau Sunnatullah telah menetapkan, bahwa dalam setiap bentuk makhluk yang diciptakan, pasti ada yang memimpin dan ada yang dipimpin. Ada yang mengatur dan ada yang diatur. Hal itu agar pemikiran-pemikiran tidak tumpang tindih dan keinginan-keinginan tidak simpang-siur, yang mengakibatkan keretakan kerukunan, putus tali kasih sayang, pudar persatuan, dan perselisihan.