Skip to main content

Category : Religi, Sastra & Budaya


Cerita dari Pesantren

Sembunyikan Celana Dalam

Hidup di pesantren,memang sangat menguras emosi. Selain harus belajar mandiri dan memendam kangen karena jauh dari orangtua dan saudara. Santri juga harus punya stok sabar berlebih. Apalagi kalau punya teman jahil seperti Zaid.  

Kajian Kitab Klasik Idhotun Nasyi'in

Peradaban

Peradaban yang benar adalah suatu perilaku yang dapat membuat orang yang beradab sehat fisik dan akal pikirannya. Kemudian membungkusnya dengan pakaian yang membuatnya tampak indah mempesona di kalangan keluarga, golongan, dan masyarakat lingkungannya, serta bakal menjadikannya bahagia di dunia dan akhiratnya.

Cerita dari Pesantren

Ketemu Artis Panas

Santri yang biasa hidup di pondok, dengan aturan ketat dan sehari-harinya menghadapi kitab-kitab agama, tiba-tiba dipertemukan dengan artis. Artis yang biasa memerankan adegan-adegan panas lagi. Bisa membayangkan nggak bagaimana tingkahnya, hehehe...  

Kajian Kitab Klasik Idhotun Nasyi'in

Kemewahan (Pemborosan) 

Kemewahan, apabila telah mendapat jalan yang leluasa menuju jiwa bangsa, maka hanyalah akan merusak bangsa itu. Kemewahan itu dapat menjadikan hina terhadap kejayaannya, mencabik-cabik kekayaannya, menjatuhkan kemuliannya dan menghancurkan hasil pembangunan bangsa.   

Cerita dari Pesantren

Rebutan Posisi Belakang

Bagi para santri, hal terberat dalam kehidupan di pesantren adalah harus menghafal. Model ngaji sorogan, atau setoran hafalan pada Kiai atau pengasuh pesantrennya banyak ditakuti. Termasuk Zaid, tokoh santri kita ini.  

Kajian Kitab Klasik Idhotun Nasyi'in

Pembaruan 

Pembaruan adalah kehidupan. Ia merupakan hukum alam yang telah ditentukan Allah berlaku dalam kehidupan segala sesuatu.  

Cerita dari Pesantren

Rokok Tingwe

Pergaulan memang sangat memengaruhi perilaku dan sikap seseorang. Jika ingin tahu sifat dan perilaku seseorang, lihatlah dengan siapa dia bergaul kesehariannya. Akibat pergaulan ini juga, Zaid tokoh santri kita pernah kena takzir (hukuman) dari salah satu Gus di pesantrennya.  

Pembatal Puasa Terkait dengan Mata

Mengenai hal ini sudah terjadi khilaf atau perbedaan pendapat di kalangan para ulama di masa silam. Apakah sesuatu yang ditaruh atau diteteskan di mata bisa membatalkan puasa atau tidak, yaitu semacam celak. Maka untuk tetes mata diqiyaskan dengan hukum celak.  

Blok Buku

Setan Pun Ingin Kembali ke Surga

Muhammad Syafiie el-Bantanie dilahirkan di Serang pada hari Senin , 27 Dzulqo‟dah 1404 H . Bertepatan dengan 12 Desember 1983 M . Ia menyelesaikan S-1 di Universitas Islam negeri Syarif Hidayatullah Jakarta pada 7 Juli 2005 dengan yudisium cum laude dan mendapat penghargaan sebagai Wisudawan Terbaik .