Cerita dari Pesantren
Nikmatnya Nasi Liwet Anget
Bagi santri, memasak sendiri bukan hal yang aneh. Biasanya, mereka memasak berjamaah. Bahan-bahan masakan didapat dengan urunan. Yakni, masing-masing santri menyumbang apa untuk memasak itu.
Bagi santri, memasak sendiri bukan hal yang aneh. Biasanya, mereka memasak berjamaah. Bahan-bahan masakan didapat dengan urunan. Yakni, masing-masing santri menyumbang apa untuk memasak itu.
Orang-orang yang mempunyai keberanian akan sanggup menghidupkan mimpi-mimpi, dan mengubah kehidupan pribadi sekaligus orang-orang di sekitarnya.
Zaid, tokoh santri kita ini memang sangat jahil dan iseng. Tak peduli tempat dan waktu, keisengannya selalu muncul. Namun, suatu saat dia kena batunya, saat Sang Guru menanggapi sifat jahilnya.
Entah ini evolusi yang kebablasen atau tidak. Sebab, tongklek kemudian bergeser menjadi musik yang condong ke campursari, bahkan dangdut. Tongklek juga menjadi musik bayaran dan ada penyanyinya
Ahli fisika dari Jerman dan Amerika Serikat 1879-1955, Albert Einstein pernah berkata, Wer es in kleinen Dingen mit der Wahrheit nicht ernst nimmt, dem kann man auch in grossen Dingen nicht vertrauen. (Barangsiapa yang ceroboh akan kebenaran dalam hal-hal kecil, maka ia tak bisa dipercaya menangani hal-hal penting).(Sumber: New Outlook: Middle East Monthly 1957).
Cerita kali ini masih dengan Zaid, santri di salah satu pondok pesantren di wilayah Kabupaten Tuban. Di kalangan santri dan siswa madrasah aliyah (MA) di lingkungan pesantrennya, Zaid adalah sosok yang cukup terkenal.
Dari tahun ke tahun, semakin banyak grup yang ikut dalam festival. Bahkan, tongklek sendiri menjelma menjadi kesenian yang menghibur. Seiring berjalannya waktu, peserta festival tongklek yang digelar IPNU semakin berkembang.
Pembaca setia blokTuban.com yang dirahmati Alllah, tidak ada sifat dari sekian sifat yang lebih mendekati kehinaan, cela dan lebih dekat pada kematian dalam kehidupan, daripada sifat licik.
Masih ingat Zaid? Santri yang di kisah sebelumnya mengalami malam Jum'at kelabu. Dia gagal keluar pondok pesantren karena seperti melihat bayangan sang Kiai di teras depan dan belakang pesantren dalam waktu yang hampir bersamaan.
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom: .0001pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; mso-pagination: none; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;"><span style="font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ascii-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: Calibri; mso-bidi-font-family: Calibri; color: black;">Berkembangnya tongklek di Tuban tak lepas dari ide kreatif para pemuda yang berada di bawah bendera Nahdlatul Ulama (NU). Iya, peran Ikatan Peljar Nahdlatul Ulama (IPNU) Cabang Tuban tak bisa dipandang sebelah mata jasanya menjadikan tonglek berkembang di Bumi Wali. </span>