Patung Kong Co Runtuh, Ketua DPRD Berharap Tak Dibangun Kembali

 

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com  - Patung Raksasa Dewa Perang Kong Co Kwan Sing Tee Koen yang berada di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio (KSB) Tuban runtuh, sekitar pukul 10.15 WIB Kamis (16/4/2020).

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kabupaten Tuban H M. Miyadi berharap agar Pengurus Klenteng tidak kembali membangun patung tersebut. Sebab, hal itu akan kembali memunculkan polemik di tengah masyarakat.

"Kalau Pengurus Klenteng menginisiasi membangun kembali. Saya berharap itu jangan sampai dilakukan oleh klenteng," terang Ketua DPRD Kabupaten Tuban, Jumat (17/4/2020).

Miyadi menambahkan, jika nantinya Pengurus Klenteng tetap memaksakan untuk memohon atau mengajukan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) patung kepada Pemkab Tuban. 

Pihaknya, sebagai Ketua DPRD Kabupaten Tuban akan menyarankan agar Pemkab tidak memberikan izin. Meski yang mempunyai kebijakan untuk mengeluarkan izin itu adalah Pemkab Tuban.

"Saya sebagai Ketua DPRD Kabupaten Tuban dan mewakili aspirasi masyarakat, akan menyarankan kepada pemkab agar tidak memberikan izin," imbuh politisi PKB tersebut.

Lebih lanjut, agar polemik di tengah masyarakat tidak terjadi maka pengurus klenteng harus menyadari supaya patung yang sudah runtuh tersebut tidak direncanakan untuk dibangun kembali. 

"Biar Tuban adem ayem dan tidak ada polemik. Pengurus Klenteng harus menyadari agar ini ditutup saja dan tidak direncanakan untuk dibangun kembali," jelasnya.

Pada kesempatan itu, Miyadi juga menyinggung jika pembangunan patung setinggi 30,4 meter tersebut sempat menjadi polemik di masyarakat. Bahkan, pembangunan itu sempat dilarang lantaran belum mengantongi IMB.

Sementara itu, Ketua Umum TITD Kwan Sing Bio Tuban Gunawan Putra Wirawan saat dikonfirmasi menegaskan, jika runtuhnya patung Kong Co Kwan Sing Tee Koen itu dikarenakan faktor musibah alam. Tidak ada faktor yang lain-lain.

"Patung itu runtuh dikarenakan faktor alam, kita tahu klenteng itu kan dekat dengan laut sehingga anginnya kencang. Dan tidak ada faktor yang lainya," pungkasnya.[hud/col]