19:00 . Segini Jumlah Sopir Angkutan dan Ojol Tuban yang Terdaftar BLT BBM   |   18:00 . Harga Telur di Tuban Tembus Rp30 ribu Per Kilogram, Pemicunya BPNT dan PKH Cair   |   17:00 . Melalui Sekoah Binaan, PT UTSG Kembangkan Program Penghijauan (PRANARAKSA) di SMK Negeri Tambakboyo Tuban   |   16:00 . Pusat Belajar Guru Tuban Pamerkan 40 Karya Guru Berbagai Jenjang   |   15:00 . Lantik Pengurus Cabang SH Terate Tuban, Ketum PSHT Serukan Jauhi Narkoba   |   14:00 . PT UtSG Serahkan dan Tanam 23 Jenis Pohon Buah Langka di SMK Negeri Tambakboyo Tuban   |   13:00 . Lowongan Kerja 6 Formasi di Klinik Kecantikan Cabang Tuban- Bojonegoro   |   12:00 . Santri Kaya Tidak Berdosa   |   11:00 . Jadwal Tanding Piala Dunia 2022 Qatar Malam Ini 1-2 Desember 2022, Ada Jerman dan Spanyol   |   10:00 . Daftar Desa di Tuban Kebanjiran Dampak Luapan Kali Kening, Warga Mulai Dievakuasi   |   09:00 . Segera Dibangun, Ini Bocoran Lelang Tol Demak-Tuban   |   08:00 . Dok!..Dana Bantuan Parpol Tuban Jadi Rp5 Ribu per Suara di 2023   |   07:00 . Ciptakan Sipinter, Mahasiswa PEM Akamigas Raih Emas di IWA 2022   |   06:00 . Kali Kening Meluap, Ratusan Rumah Warga di Tuban Terendam Banjir   |   05:00 . Penyintas Gempa Cianjur yang Selamat Pilih Jadi Relawan   |  
Thu, 01 December 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Sejarah Singkat Hari Jadi Sima Warunggahan Tuban ke-717 dan Hadiah Raja Singosari

bloktuban.com | Sunday, 24 April 2022 11:00

Sejarah Singkat Hari Jadi Sima Warunggahan Tuban ke-717 dan Hadiah Raja Singosari Komplek Makam Patih Barat Ketigo di Desa Prunggahan Wetan, Kecamatan Semanding. (Foto:Sav/blokTuban.com)

Reporter : Savira Wahda Sofyana

blokTuban.comKabupaten Tuban merupakan daerah yang dikenal oleh masyarakat sebagai daerah yang penuh sejarah terkait penyebaran agama Islam di Indonesia, maka tak heran jika hingga saat ini banyak cagar budaya yang masih bisa ditemukan. 

Salah satu wilayah di Kabupaten Tuban yang memiliki situs budaya ialah Kecamatan Semanding. Tidak hanya terdapat situs Watu Gajah saja, ternyata di dekat sana juga terdapat sebuah kerajaan yaitu Kerajaan Warunggahan. Menurut Kepala Desa Perungguhan Wetan, Hari Winarko jika Kerajaan Warunggahan sudah berdiri sejak ratusan tahun yang lalu, tepatnya 24 April tahun 1305. 

Oleh karena itu, setiap tanggal 24 April di Perungguhan Wetan selalu diperingati Hari Jadi Warunggahan yang tahun ini menginjak usia ke 717 tahun. Menurut ceritanya, Warunggahan ini diperingati pada tanggal 24 ketika ahli waris dari Kerajaan Warunggahan yang minta kepada Raja Singosari. 

Sebab, SIMA atau penghargaan daerah istimewa bebas pajak hilang dikarenakan adanya gempa bumi yang terjadi sekitar tahun 1000-an. Akhirnya ahli waris tersebut meminta kepada raja dan kemudian diberikanlah SIMA yang kedua pada tanggal 24 April 1305 tersebut. 

“Akhirnya saya peringati berdasarkan bukti dari pada prasasti yang kita temukan. Jadi tidak ngarang, tetapi berdasarkan fakta,” terangnya kepada blokTuban.com, Minggu (24/4/2022). 

Setiap tahunnya, peringatan hari jadi tersebut terus dilaksanakan dengan menggelar serangkaian acara termasuk pada tahun ini. Karena saat ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan, untuk sementara digelar dengan acara yang sederhana yaitu menggelar syukuran dan buka bersama di balaidesa setempat dengan diikuti oleh masyarakat setempat. 

Kendati sudah diperingati secara sederhana, untuk selanjutnya pada tanggal 28-29 April nanti juga akan dilaksanakan peringatan dengan mengadakan festival papringan kedua dengan tema mengangkat perekonomian rakyat. 

“UMKM itu yang kita angkat terus kemudian kita buatkan stand-stand untuk bisa beraktivitas menjual produknya masing-masing. Kita tawarkan juga rencana kepada teman-teman desa yang lain untuk menampilkan produk unggulan desanya masing-masing,” ucapnya.

Selain itu, rencananya juga akan digelar serangkaian acara hiburan yang akan dibuka langsung oleh Bupati Tuban, diantara acaranya yaitu unen-unen (musik dari bambu), lodrok, kirab budaya yang diikuti oleh beberapa desa tetangga, selain itu juga akan ada pertunjukkan campursari. 

Lebih lanjut, Hari juga bercerita jika bukti prasasti yang ditemukan di Desa Perungguhan Wetan oleh salah satu warga pada tahun 2017 tersebut, berupa kotak yang berisikan 14 lempengan. Dimana 12 diantara lempengan tersebut bertuliskan sejarah. 

“Prasasti itu ditemukan oleh warga pada saat menggali pondasi, namanya Cipto yang berprofesi sebagai tukang batu, ketika itu menemukan kotak berisi lempengan-lempengan itu. Ada 14 lempeng yang 12 lempeng itu ada tulisannya kaitannya dengan sejarah,” paparnya. 

Setelah salah satu warganya menemukan prasasti tersebut, lanjut Hari saat ini ia beralih profesi lantaran banyak dimintai tolong oleh masyarakat setempat terkait keluhan-keluhan yang dideritanya. 

“Setelah Cipto menemukan prasasti lempengan logam ini sekarang sudah tidak menjadi tukang batu, karena sekarang sering dimintai tolong oleh masyarakat dan apa yang dikeluhkan oleh masyarakat bisa sembuh. Terlepas masuk akal atau tidak realitanya seperti itu,” ungkapnya. [Sav/Ali]

 

Tag : Tuban, Kabupaten Tuban, Warunggahan, Raja Singosari, Bebas Pajak



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 06 November 2022 11:00

    Blok Cerpen

    Takdir

    Takdir Entah apa saja yang sudah kulewati di tahun 2020, aku hanya ingin menuliskan sebuah pintu harapan....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat