Jelang Kontrak Blok Tuban Habis, Warga Harus Mandiri

Reporter: Edy Purnomo

blokTuban.com - Desa Rahayu, Kecamatan Soko, merupakan desa yang masuk ring 1 Ladang Minyak dan Gas Bumi (Migas) blok Tuban, yang dioperatori Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ). Hanya saja, kontrak blok Tuban akan habis di tahun 2018, dan bisa jadi tidak lagi melakukan pengeboran di desa tersebut.

Kepala Desa (Kades) Rahayu, Sukisno mengatakan, program pemberdayaan manusia belum terlalu terasa di Desa Rahayu. Meskipun aneka jenis pelatihan sudah seringkali diberikan oleh perusahaan. Tetapi, semua itu seperti menguap dan tidak ada bekasnya.

"Kalau infrastruktur memang cukup banyak dirasakan sampai sekarang, tetapi untuk beberapa pelatihan belum bisa dirasakan manfaatnya. Kadang ada pelatihan ketrampilan, tetapi kesulitan melakukan pemasaran," jelas Sukisno.

Dia berharap, ketika nanti JOB P-PEJ tidak lagi mengebor di Desa Rahayu, desa berharap masih bisa melakukan kerjasama dengan perusahaan. Yakni, dengan tetap memberikan program Coorporate Social Responsibilty (CSR) untuk masyarakat. "Kalau perusahaan ini pergi, kita harapannya, masyarakat sudah bisa mandiri," kata Sukisno.

Selain itu, warga Desa Rahayu selama ini juga mendapatkan kompensasi dengan nilai antara Rp300 sampai Rp500 ribu, untuk satu Kepala Keluarga (KK).

Menanggapi hal ini, Field Manager JOB P-PEJ, Sugeng Setiono, berharap kepada masyarakat bisa lebih mandiri. Menjelang kontrak blok Tuban yang akan berakhir pada tahun 2018. "Tidak bergantung kepada perusahaan, kita inginnya warga bisa mandiri sendiri dengan program-program yang sudah diberikan," kata Sugeng.

Dia mengatakan, perusahaan sangat terbuka menerima masukan, supaya bisa melakukan pembinaan masyarakat sekitar perusahaan dengan maksimal. "Saat ini, kita berharap kerjasama dan ada strategi yang baik agar masyarakat bisa lebih mandiri," terangnya. [pur/rom]