Skip to main content

Category : Tag: Cerpen


Blok Cerita Pendek

Janji Segodong Kering

Kutulis kisahku dalam lukisan nyata, entah itu akan abadi atau hanya menjadi goresan usang yang akan terlupakan begitu saja. Yang jelas saat ini aku hanya bisa bercerita pada langit, hmm yang bagiku sudah tak sebiru bulan lalu. Kau tahu bulan lalu? ya, bulan dimana pancaran sinarnya berselimut kesyahduan. Tapi tidak dengan sekarang, bercerita pada langitpun aku tak sanggup. Karna setiap aku ingin mengutarakan maksudku, air langitpun seperti memberi isyarat. Entah apa, yang jelas aku masih belajar mengejanya. Jangankan air langit, kadang awan hitampun memberikan nyanyian, cukup merdu dan cukup membuatku tak berhenti untuk berpikir lebih dalam lagi.

Blok Cerita Pendek

Aksara di Pangkuan Tamanmu

Jika aku adalah tetesan air langit yang diturunkan Tuhan sebagai obat rindu, maka aku akan selalu bersyukur atas nikmat-Nya. Sebab bagian obat rindu juga salah satu rindu yang akan tetap dirindukan sampai kapan pun. Sebagaimana bumi yang tak pernah membenci hujan. Begitu juga dengan diriku, aku ingin rinduku abadi dalam keabadian waktu.

Blok Cerita Pendek

Gadis Penunggu Senja

Namaku Aida. Sebagai perempuan, aku mendambakan petualangan dalam hidup dan menikmati segala sesuatu yang kualami. Tak ada romantisme tertentu, semuanya berjalan apa adanya mengalir seperti air. Orang-orang menganggapku sebagai gadis pingit, jarang keluar rumah. Paling-paling menampakkan diri di pelataran rumah, taman atau sekedar bercanda dengan tetangga sebelah. Itu tak jadi masalah besar untukku, karena mereka tak tahu apa yang sebenarnya kulakukan. Seperti angin mengabarkan warta tak jelas, itulah mereka.

Blok Cerita Pendek

Mata yang Menyimpan Rindu

<em><strong>Apabila rindu merengkuhmu, biarkanlah ia mencurimu.</strong></em><br /><em><strong>Biarkan ia menemukan caranya sendiri untuk berlabuh.</strong></em><br /><em><strong>Sebab tak perlu struktur ataupun rumus untuk mempertemukan rindu.</strong></em>

Blok Cerita Pendek

Berakhirnya Begal Darsum (Bagian dua)

Pengendara motor mulai gugup, pikirannya melayang-layang membayangkan motornya dibawa orang. Mau dijual Bapaknya saja tak boleh, apalagi dibawa kabur orang. Pikirannya mulai mencari cara untuk bisa lolos dari kesialan. Namun, otaknya semakin bingung tak menemukan cara apapun. Lebih baik aku nekat kabur saja. Dengan keadaan terjepit, ia pun mencoba melawan dan kabur.

Blok Cerita Pendek

Berakhirnya Begal Darsum

Sudah hampir 3 minggu ini, Darsum tak mendapat hasil apapun. Mondar-mandir tak tentu arah. Di rumah, istrinya hanya ngedumel mengenai kebutuhan. Rumah tangga yang kian membengkak. Pemasukan tak ada, hanya hutang terus menumpuk. Warung sana hutang, warung sini hutang. Istrinya semakin bertambah cerewet, dan terus minta uang dari Darsum yang tak bisa berbuat apa-apa. Mau ambil kayu di hutan sekarang sulit karena penjagaan dari polisi hutan semakin ketat.

Blok Cerita Pendek

Cungkup

Kumuh. Sudah lama bangunan itu terlantar. Menyediakan tikus membuat sarang. Tak terurus. Perapian kecil di tengah ruangan telah lama tak mengepulkan asap. Sudah lama. Sejak warga tak lagi peduli pada tradisi. Sejak warga tak lagi peduli pada satu-satunya warisan leluhur mereka.

Blok Cerita Pendek

Weton

Suatu saat aku memang pernah berjanji. Ketika hitungan wetonku memang tak baik dengan calon suamiku, aku harus rela meninggalkan dia bagaimanapun perasaanku. Tapi, kenapa hal ini harus kualami saat pernikahanku kurang tujuh hari?&nbsp;

Weton

Blok Cerita Pendek

Weton

<br />Pernikahanku terancam gagal. Mbah Roso tiba-tiba datang ke rumahku petang itu. Tepat selepas adzan mahgrib. Suara serak Mbah Roso tak ubahnya pekik gagak yang sesekali terdengar di atap rumah. Pertanda inikah yang dibawanya?<br /><br />Lelaki senja itu berdiri mematung di depan rumah. Sampai akhirnya dia melangkah masuk setelah burung gagak di atap rumah terbang menjauh. Katanya dia menemukan ketidakcocokan atas perhitungan wetonku dengan Mas Yudha. Ibu, perempuan paling tabah di rumahku seketika itu menangis. Tak dapat disembunyikannya paras kecewa yang terpahat jelas di wajahnya. Sementara aku hanya bisa lunglai di samping ayah. Lelaki itu pun terlihat tak baik-baik saja.

Weton

Ada Cerpen di Akhir Pekan

Salam bloKers. Mulai minggu ini, redaksi blokTuban.com akan secara rutin menampilkan cerita pendek (Cerpen) bagi peminat sastra di Bumi Wali. Cerpen tersebut akan ada di blokTuban.com setiap hari Sabtu pukul 10.00 WIB.