Skip to main content

Category : Tag: Cerpen


Blok Cerita Pendek

Perempuan Dalam Ingatan/Keping Ingatan II

Ini pertama kalinya aku bertugas ke luar negeri untuk liputan. Setelah bergelut di bidang jurnalistik sejak tiga tahun lalu. Jujur aku merasa gugup. Bapak dan ibu tak pernah membiarkan aku pergi terlalu jauh. Bahkan ketika aku akan berkuliah ke ibu kota, sementara Bapak dan ibu menetap di Yogyakarta, mereka menangis. Ada saja alasan tak masuk akal untuk menahanku. Padahal perjalanan dengan kereta tak sampai satu malam. Kini mereka harus merelakan anak gadis semata wayangnya terbang jauh hingga ke daerah timur raya Asia. Untung saja mereka tidak memaksa ikut dan memantau pekerjaanku selama 24 jam.

Blok Cerita Pendek

Perempuan Dalam Ingatan

Setiap perempuan terlahir untuk menanggung derita. Bagi kaumnya, keluarga, juga negara. Semua penderitaan itulah yang menjadikan mereka tumbuh. Kokoh serupa batang kelapa. Tak mudah goyah meski angin menerpa. Sekalipun ribuan purnama telah sirna.

Blok Cerita Pendek

Secangkir Kenangan

Seorang pria menyambutku. Namanya Pak Kanang. Dia pemilik kedai kenangan. Pawakan tegap. Tingginya rata-rata orang Indonesia dan kau bisa mencium aroma uang dari badannya. Sedang di salah satu meja, secangkir kenangan masih mengepulkan uap. Menggodaku untuk meraup aromanya lebih banyak.

Blok Cerita Pendek

Perempuan, Lipstik dan Pensil Alis (Bagian 2/selesai)

<em>Dia keluar dengan wajah yang putih, tak seperti biasa dia berpakaian dan mack-up yang membuat mataku melotot dan kesemsem padanya. Namun disisi lain, aku takut padanya. Ya, aku takut, entah ketakutan macam apa yang tiba-tiba muncul dalam nyali seorang laki-laki seperti aku.</em>

Membaca Positif Kolom Menulis

<br />Hadirnya kolom menulis di berbagai media selayaknya direspon baik oleh para penulis, baik pemula atau yang sudah mahir. Salah satunya rubrik &rsquo;Kolom&rsquo; milik media online blokBojonegoro.com atau yang lebih tren di singkat (bB). Bahkan pemekarannya sekarang tidak hanya di Kabupaten Bojonegoro saja, melainkan sudah berekspansi ke Kabupaten Tuban dengan sebutan blokTuban.com atau (bT).

Blok Cerita Pendek

C

Inilah wajah Kota T. Saat pemerintah menyerukan semboyan spirit of harmony, tikus-tikus rakus menggerogoti lumbung padi. Bahkan Sandhya harus merasakan akibatnya saat mencoba mengulik kehidupan di salah satu eks lokalilasi C. Siapa yang menyangka obrolannya dengan seorang kawan berbuntut panjang.

C

Blok Cerita Pendek

Aku Tidak Bisa Jatuh Cinta Pada Jam Dinding, Bu!

Barangkali aku akan menjadi orang tuli dengan telinga normal di kota ini. Segalanya terasa sepi, jalanan nyaris lengang, gedung-gedung tua dan kelabu sama dengan usia yang tidak dikata muda lagi. Bagi telinga normal yang sehat, hidup ini seperti suara klakson kendaraan yang padat merayap di jalanan. Saling berlomba memencet klakson untuk segera mendapat jalan dari kendaraan di depannya. Dan waktulah yang membuat segalanya menjadi riuh, ramai, lagi-lagi bagi telinga yang normal dan sehat.

Blok Cerita Pendek

Melukis Nisan

Angin telah menggelepar, sunyi meruah tanpa menerka, pucuk dahan Ketika malam telah rebahkan jubah hitamnya, aku selalu siap menanti kedangan suami tercinta dengan wajah sumringah dan aneka masakan kesukaanya agar lelahnya usai bekerja tersibak oleh sambutanku. Ketika jam dinding telah menunjukkan pukul 21.00 WIB dan ia sebelumnya tidak memberikan kabar akan pulang terlambat, maka gundah akan menyelubung takut terjadi sesuatu padanya. Ketika langkah kakinya memasuki pintu depan, kusambut ia dengan senyum simpul sambil kubawakan tas kerjanya. Ia selalu menyapa hangat atas apa yang aku lakukan dan mencium kening adalah kebiasaan yang tak bisa tertinggal.

Blok Cerpen

Senja di Ujung Mata

&ldquo;Pergiiii,&rdquo;... teriak Seno dari dalam kamarnya. Dengan nada terbata-bata juga isak tangis perempuan paruh baya itu masih berdiri di depan pintu kamarnya. Semenjak Seno mengenalnya, semenjak itu Seno menjadi berubah. Seolah ingin dimengerti dan ingin seperti mereka. Ya layaknya anak muda zaman sekarang dengan kendaraan kuda besi juga dengan teman yang sering mereka agung-agungkan, benda kecil dengan macam-macam aplikasinya. Benda kecil itu bernama smartphone atau handphone pintar, ya dari namanya saja sudah seperti itu. Sudah bisa dibayangkan bagaimana kecanggihannya. &nbsp;