Dasmono (70), Kakek Pedagang Celengan
Tak Ingin Bebani Anak, Hingga Tidur di Jalanan
Walau hujan terus turun, tak membuat semangat Dasmono (70) asal Desa Ponco, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban luntur untuk tetap menjual celengan.
Walau hujan terus turun, tak membuat semangat Dasmono (70) asal Desa Ponco, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban luntur untuk tetap menjual celengan.
Sosoknya yang menarik dan bersahaja. Meski menjadi Sekretaris Desa (Sekdes) termuda di Kecamatan Bangilan, bahkan di Kabupaten Tuban, ST. Mega Silvia lebih sering tampil dengan gaya sederhana. Bahkan Sekdes Weden itu cenderung nyentrik.
Meskipun di usianya yang kian senja, Mbah Dul (72) masih saja bekerja keras siang malam tanpa henti, Sabtu (13/1/2018).
Sebagai daerah dengan luas daratan 183,9 juta lebih, perlahan tapi pasti Kabupaten Tuban berevolusi menjadi kota industri.<br /><br />Cukup banyak alasan investor melirik usaha di bumi wali. Melihat kondisi sumber daya alam seperti batuan kapur, tanah liat (clay), yang siap dijadikan bahan utama pembuatan semen, kandungan minyak dan gas di perut bumi, juga masih ada potensi lain seperti pasir kuarsa.
Kekurangan fisik yang dimiliki oleh Riyanto (43) warga Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban tidak menyurutkan semangatnya untuk bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarganya.
Cahyo Utomo, pemuda kelahiran 2 Februari 1994, bisa jadi adalah salah satu putra kebanggaan bagi Kabupaten Tuban.<br /><br />Pemuda asal Desa Guwoterus, Kecamatan Montong itu berhasil masuk lima besar pada Kompetisi Nasional Trial Game 2017, setelah berhasil menduduki peringkat 4 umum dari semua seri yang ditempuh dalam musim kompetisi tahun ini.
Kabar baik untuk Tuban berhembus dari Dome Theater Kementerian Olah Raga (Kemenpora) Senayan Jakarta. Pasalnya, bocah yatim, M. Syahril Zimran, berhasil meraih juara 1 cabang lomba Olimpiade Matematika dalam ajang Olimpiade Matematika dan Qur'an (OMATIQ) 2017 di Jakarta.
Mbah Sarmi, itulah nama seorang nenek sebatangkara asal Dusun Koro, Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban yang hidup dengan kondisi memprihatinkan. Di tengah-tengah industrialisasi pabrik berskala nasional, ia harus berjuang untuk melawan penyakit ganas yang setiap hari menggerogoti bagian wajahnya.
Menjadi atlit berprestasi bisa jadi impian banyak orang. Tapi tidak bagi Mustofa (18), petinju berbakat itu memilih menanggalkan karirnya sejak dini.
Kisah pilu dialami oleh mantan Kepala Bidang ketenagaan Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Suwanto.