Bahasa Isyarat akan Dipakai Dalam Setiap Acara di Tuban

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Dalam rangka memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional 2022, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky akan mulai menggunakan bahasa isyarat di setiap acara di Kabupaten Tuban. 

Hal tersebut diungkapkan Bupati di Alun-alun Kabupaten Tuban. Jum’at, (14/10/2022). Selain dihadiri Forkopimda, juga diikuti oleh kepala OPD beserta staf, siswa-siswi sekolah SLB dan pelajar dari beberapa sekolah. Acara berlangsung meriah, dimulai dengan bernyanyi bersama, belajar Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo), dan senam ceria.

Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Tuban akan selalu berkontribusi, dan mendukung setiap kegiatan penyandang disabilitas. Saat ini, Pemkab Tuban dalam membangun fasilitas publik juga akan mengarah pada kemudahan akses bagi penyandang disabilitas atau ramah disabilitas, sehingga mereka dapat setara.

“Kita belajar Bisindo bersama, menari, menyanyi bersama. Alhamdulillah, senang bisa melihat mereka tertawa ceria. Kita akan terus support teman-teman,” katanya. 

Baca juga :

Melawan Keterbatasan, Anak-anak di Lima Sekolah Tuban Antusias Rayakan Hari Cerebral Palsy Dunia

4 Penyakit yang Perlu Diwaspadai Saat Musim Pancaroba di Tuban, Demam Berdarah Paling Gawat

Obat Herbal Atasi Gatal pada Kulit Sesuai Resep JSR dr Zaidul Akbar

Tak hanya permudah akses dalam fasilitas publik, Pemkab dalam mendukung sosialisasi Bisindo, juga akan mencoba untuk memasukkan bahasa isyarat dalam acara-acara yang diselenggarakan oleh Pemkab. Hal ini untuk membiasakan masyarakat pada Bisindo, sehingga bisa dengan mudah berkomunikasi dengan teman tuli. 

“Kita akan coba memasukan bahasa isyarat diacara-acara Pemkab, untuk lebih mengenalkan Bisindo kepada masyarakat Tuban,” ujarnya.

Koordinator SLB se-Kabupaten Tuban Dwi Prasetyowati mengungkapkan, acara peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional ini merupakan yang pertama kali digelar di Kabupaten Tuban dengan skala besar, termasuk melibatkan siswa-siswi SLB dan sekolah SD/SMP/SMA dan lembaga pendidikan lainnya. 

“Ini bertujuan untuk menanamkan empati kepada siswa-siswi lain, bahwa mereka memiliki teman yang istimewa, yang juga harus dimanusiakan,” ucapnya. 

Dwi juga bersyukur saat ini disabilitas di Kabupaten Tuban telah dilibatkan dalam setiap acara. Hal tersebut sangat berdampak pada mulai berubahnya pandangan masyarakat umum kepada para penyandang disabilitas kearah positif. 

“Ini sangat bagus untuk mereka (penyandang disabilitas) agar bisa setara,” pungkasnya. [Ali]

 

Temukan konten blokTuban.com menarik lainnya di GOOGLE NEWS