Pengamat Migas: Pemahaman Daerah tentang Bagi Hasil Masih Sederhana

Reporter : Ali Imron 

blokTuban.com - Pengamat migas Rinto A. Pudyantoro menegaskan bahwa komunikasi yang baik merupakan kunci utama dalam mewujudkan cita-cita industri hulu migas. 

Dalam Lokakarya Media Periode I 2024 yang diselenggarakan oleh SKK Migas – KKKS di Solo, ia menekankan pentingnya penyampaian informasi yang efektif seputar industri hulu migas, termasuk Dana Bagi Hasil Migas, PBB Migas, pajak daerah, dan retribusi daerah.

"Komunikasi yang belum tersampaikan dengan baik membuat daerah-daerah penghasil migas memiliki pengetahuan dan pemahaman yang terlalu sederhana mengenai bagi hasil," ungkap Rinto di hadapan 32 jurnalis dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. 

Dia juga menyoroti peran media daerah dalam memajukan industri ini, serta pentingnya penjelasan yang tepat tentang kontribusi industri hulu migas terhadap APBN & APBD, efek multiplier ekonomi, dan pengelolaan bagi hasil antara daerah penghasil dan non-penghasil migas.

Founder & Sekretaris Energy & Mining Editor Society, Dudi Rahman, menambahkan bahwa media perlu meliput industri hulu migas karena kontribusinya yang signifikan bagi pendapatan negara. 

"Masyarakat berhak tahu tentang industri ini, dan media wajib menyuarakan informasi sebagaimana fungsinya," jelas Dudi.

Dirinya juga menekankan pentingnya masukan dari media untuk kebijakan pemerintah serta dukungan dari berbagai pihak terkait.

Dudi menggarisbawahi perlunya hubungan baik antara media dan humas, serta keterbukaan media dalam menerima informasi terkait inovasi, teknologi, dan praktik terbaru dalam industri hulu migas. 

"Informasi tentang dampak positif sosial ekonomi, upaya mitigasi dampak lingkungan, serta implementasi energi hijau dan transisi energi adalah informasi penting yang perlu diketahui masyarakat," pungkasnya.

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Hudi D. Suryodipuro, memberikan apresiasi atas peran media dalam menyampaikan manfaat industri hulu migas bagi perekonomian nasional dan daerah. 

"Kami terus mendorong kolaborasi dan sinergi SKK Migas dan KKKS dengan media. Engagement dengan media sangat penting untuk memberikan update informasi perkembangan industri hulu migas," ujar Hudi. [Ali/Dwi]