Peduli Pacitan, GMNI Tuban Lakukan Penggalangan Dana
Bencana banjir dan longsor di daerah Pacitan, memunculkan banyak simpati dari berbagai masyarakat umum. Seperti halnya yang dilakukan kumpulan mahasiswa Tuban.
Bencana banjir dan longsor di daerah Pacitan, memunculkan banyak simpati dari berbagai masyarakat umum. Seperti halnya yang dilakukan kumpulan mahasiswa Tuban.
Dalam rangka membantu saudara-saudara yang terkena dampak bencana alam di kawasan Kabupaten Pacitan, puluhan pendekar dari Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Soko melakukan penggalanagan dana.
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Kota Tuban yang terdiri dari Mahasiswa Stikes NU Tuban, Universitas Sunan Bonang dan Universitas PGRI Ronggolawe turun ke jalan melakukan aksi penggalangan dana untuk musibah banjir yang melanda warga Pacitan, Senin (4/12/2017).
Bencana alam yang terjadi di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, membuat sejumlah relawan di berbagai daerah tergerak untuk ikut turut meringankan beban masyarakat sekitar. Diantaranya, Forum Relawan Tambakboyo, Kabupaten Tuban.
Puluhan kader Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kenduruan, Kabupaten Tuban melakukan penggalangan dana. Aksi turun jalan tersebut dilakukan untuk membantu meringankan beban korban bencana alam banjir dan longsor di Pacitan Jawa Timur.
Kapolsek Bangilan, IPTU Suryanto mengatakan kepada semua kepala desa di wilayah hukumnya agar penyerapan dan penyaluran dana desa tepat sasaran. Pasalnya, pengelolaan keuangan desa yang bersumber dari dana transfer tersebut merupakan permasalahan yang riskan.
Puluhan warga yang berasal dari Desa Wadung, Kecamatan Soko, kabupaten Tuban nampak mengantre di halaman kantor unit BRI Soko, Kamis (9/11/2017).
Kabar berkurangnya Dana Desa (DD) dari pemerintah pusat untuk Kabupaten Tuban disampaikan wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein.
Bank Sampah 'Gotong Royong' layak diacungi jempol, pasalanya hingga November awal ini, bank sampah yang ada di Desa Weden, Kecamatan Bangilan telah memiliki asset sebesar Rp4,3 juta. Asset tersebut bermula dari nol rupiah ketika didirikan tujuh bulan lalu dan kini terus bertambah.
Mulai tahun depan, pemerintah menetapkan pola baru dalam pemanfaatan dana desa (DD) se-Indonesia. Pada Januari 2018, alokasi dana desa bakal difokuskan ke sektor padat karya.