14:00 . Kasus Covid-19 Naik, Menko Marves Belum Berpikir Terapkan PPKM Darurat   |   13:00 . Kaya Akan Gizi, Perempuan Ini Sulap Olahan Ikan Tongkol Jadi Abon   |   10:00 . Cerita Pelaku UMKM Mempertahankan Bisnisnya di Tengah Pandemi   |   09:00 . Masih Banyak ODGJ Terlantar, Komunitas Resik Tuban Ingin Bantu Para ODGJ   |   08:00 . Didemo Pemuda Enam Desa, Ini Jawaban Pertamina Rosneft   |   07:00 . Terapkan Isi Piringku dalam Gizi Seimbang untuk Cegah Obesitas   |   20:00 . Kendalikan Omicron Tuban Buat Pamor Keris   |   19:00 . Dulu Warga Kampung Miliarder Kaya Raya, Sekarang Susah Makan Tak Punya Pekerjaan   |   18:00 . Beberapa Hari Nihil, Kasus Covid-19 di Tuban Naik 6 Orang Suspect Dalam Sehari   |   17:00 . Relaksasi Bisa Jadi Cara Penanganan Nyeri Ringan Tanpa Obat   |   16:00 . Juli, Kemenag Tuban Targetkan Anggaran Program Kerja Terealisasi 75 Persen   |   15:00 . Pemuda Kaliuntu Klaim Dapat Pesan Bernada Ancaman Sebelum Demo   |   14:00 . Demo Memanas, Kades Ring 1 GRR Marahi Pegawai Hingga Ancam Lapor Ahok   |   13:00 . Kapolres Tuban Minta Korban Penipuan Investasi Bodong Segera Lapor   |   12:00 . Petani Keluhkan Pupuk Subsidi yang Susah Didapatkan   |  
Wed, 26 January 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Penanganan Tanggul Plumpang, BBWS Bakal Kaji Hal Ini

bloktuban.com | Saturday, 07 December 2019 15:00

Penanganan Tanggul Plumpang, BBWS Bakal Kaji Hal Ini

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Longsornya bantaran Sungai Bengawan Solo yang ada di wilayah Desa Sembungrejo, Kecamatan Plumpang, jadi peringatan masyarakat agar lebih peduli terhadap keadaan lingkungan. Terlebih pada kondisi Bengawan Solo.

Apalagi, faktor alam perbedaan penurunan muka air pada tahun ini merupakan tahun yang kering sekali. Sehingga menyebabkan muka air yang biasanya sebagai bagian kekuatan untuk menahan longsor, sekarang turun.

Hal tersebut dipaparkan oleh Ir. Iskianto MT, yang merupakan PLH Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Dalam kesempatannya berkunjung ke titik longsor bantaran Bengawan di Kecamatan Plumpang, pihaknya menuturkan, bila tak ada penahan tanah, yang mana air sebenarnya merupakan penahan pada tanggul bantaran, bakal mengancam terjadi longsor.

"Dari BBWS sudah melakukan koordinasi dan kerjasama dengan masyarakat. Untuk penanganan permanen, harus melalui tahapan kajian teknis dulu. Karena di Plumpang cukup parah," ungkapnya kepada awak media.

Tak hanya itu, kajian penambangan pasir juga ada sangkut pautnya dengan kondisi Bengawan. Jadi, memang perilaku keseharian masyarakat yang harus mulai sadar, jika banyak hal yang dapat mempengaruhi sungai.

"Penambangan pasir, penyedotan. Kalau tidak dihitung maupun sesuai kaidah teknis, bisa mempengaruhi kemungkinan longsor," timpalnya.

Perihal larangan penambangan pasir sungai, BBWS menanggapi tegas jika sebenarnya di badan sungai tidak boleh ada aktivitas. Kalau adapun, harus hati-hati. Dengan menghitung lagi beberapa aspek kajian, supaya dasar sungai tak mempengaruhi terjadinya penurunan muka dasar sungai.

Mengingat kondisi badan Bengawan yang begitu genting, apalagi menjelang musim penghujan seperti saat ini, BBWS tetap berpegang teguh pada poin kajian.

"Sebab, tanpa kajian terus pasang sembarang,  berarti membuang uang negara. Nanti kita lakukan quick desain. Apapun langkah teknis haris kita lakukan, seperti pengambilan sampling. Tanah seperti apa, kadar kekuatan pasir, stabilisasi, kadar air, grip penahan supaya air tak mengalir pada satu titik bagian," tukasnya.

Hingga saat ini, kondisi sungai Bengawan Solo memiliki 19 titik longsor. Titik longsor kritis ada 3, salah satunya di Plumpang, sementara longsor sedang ada 16 titik yang terdata, Sabtu (7/12/2019). [feb/rom]

Tag : longsor, tanggul bengawan, bengawan solo



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more