Tiga Hari 18 Desa di Tuban Masih Terendam Banjir Bengawan Solo
Dalam kurun waktu tiga hari sejak Sabtu (1/3/2025) tercatat ada 18 desa di Kabupaten Tuban yang terendam banjir luapan Sungai Bengawan Solo.
Dalam kurun waktu tiga hari sejak Sabtu (1/3/2025) tercatat ada 18 desa di Kabupaten Tuban yang terendam banjir luapan Sungai Bengawan Solo.
Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo di Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, terus meluas. Hingga Kamis (27/2/2025) siang, tercatat sebanyak tujuh desa terdampak banjir.
Sesosok mayat ditemukan mengapung di Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Dusun Slawe RT 01 RW 01, Desa Ngadirejo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, sekitar pukul 12.00 WIB, Jumat (15/11/2024).
Sempat hilang, seorang anak berumur 6 tahun di Kabupaten Tuban ditemukan sudah mengapung di sungai Bengawan Solo, Selasa (7/5/2024).
Tim gabungan SAR berhasil menemukan korban tenggelam di Sungai Bengawan Solo Kabupaten Tuban.
Seorang pria berusia 40 tahun yang diduga tenggelam di bantaran Sungai Bengawan Solo masih belum ditemukan hingga saat ini, Minggu (28/4/2024).
Seorang pria berumur 40 tahun di Kabupaten Tuban hilang, diduga tenggelam di bantaran sungai Bengawan Solo, Sabtu (27/4/2024).
Desa Kebonagung, Kabupaten Bojonegoro, kembali menjadi sorotan karena kehadiran fenomena alam yang cukup unik.
Sejumlah desa di empat kecamatan di Kabupaten Tuban terdampak banjir akibat luapan debit air Bengawan Solo. Banjir tersebut menggenangi jalanan dan rumah warga dengan kedalaman mencapai 20-60 centimeter.
Terkuak, sebuah jasad pria misterius yang terapung di Sungai Bengawan Solo di Desa Sumberejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban adalah warga Bojonegoro, Jumat (15/3/2024).