Penambang Dari Luar Gegunung Harus Menyingkir

Reporter: Moch Nur Rofiq, Edy Purnomo

blokTuban.com - Ratusan warga penambang yang memblokir akses jalan masuk Sumur Tua di Lapangan Tawun Gegunung tidak hanya berasal dari Dusun Gegunung, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban. Penambang juga ada yang dari berbagai wilayah. Seperti Kecamatan Kerek, Bangilan, ataupun Kecamatan Senori.

Kapolres Tuban, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Fadly Samad, ketika melakukan negoisasi meminta agar warga di luar desa tempat Sumur Tua berada menjauh dari lokasi. "Saya minta selain warga sini (Mulyoagung) untuk menjauh dari lokasi," tegas Fadly Samad, Selasa (9/8/2016).

[Baca juga: Kapolres Tuban Negoisasi dengan Penambang]

Petugas meminta agar warga membongkar sendiri penghalang jalan masuk ke lokasi. Atau, petugas akan melakukan pemaksaan penertiban. Mendengar ini, separuh penambang  yang memang dari luar Desa Mulyoagung terpaksa menjauh. Beberapa penambang juga membongkar penghalang jalan yang mereka pasang. Petugas kemudian langsung bergerak menuju lokasi sumur tua yang selama ini ditambang warga.

Informasi dari blokTuban.com, Sumur Tua yang ada di lapangan ini memang dimanfaatkan penambang tidak hanya dari Desa Mulyoagung. Tetapi juga berasal dari desa-desa lain. Seperti dari Desa Sidonganti dan Desa Gesikan, Kecamatan Kerek, Dusun Tuwiwiyan, Desa Kumpulrejo, Kecamatan Bangilan, maupun dari desa yang ada di Kecamatan Senori.

"Selain itu juga ada ratusan perengkek yang ikut memanfaatkan keberadaan sumur tua ini," terang Slamet, salah satu penambang kepada blokTuban.com.

Mereka sendiri menilai penertiban terlambat dilakukan. Yakni ketika mereka sudah keluar iuran modal banyak untuk menambang, dan sekarang sudah keluar minyak  mentahnya langsung diambilalih. "Sudah keluar minyaknya baru diambilalih, kenapa tidak dari dulu?" jelas kordinator aksi, Supiyanto, di lokasi. [fiq/pur/mad]