Bertempat di Hotel Aston, Minggu (30/7) Majelis Alumni (MA) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Bojonegoro Masa Khidmah 2017-2022 dikukuhkan. Semangat kekompakan terpancar dari para pengurus agar pelaksanaan kegiatan tersebut berjalan dengan sukses.
<br />Hadirnya kolom menulis di berbagai media selayaknya direspon baik oleh para penulis, baik pemula atau yang sudah mahir. Salah satunya rubrik ’Kolom’ milik media online blokBojonegoro.com atau yang lebih tren di singkat (bB). Bahkan pemekarannya sekarang tidak hanya di Kabupaten Bojonegoro saja, melainkan sudah berekspansi ke Kabupaten Tuban dengan sebutan blokTuban.com atau (bT).
MEMPERSIAPKAN Tahun Pelajaran Baru, secara internal bila lembaga pendidikan ramai-ramai melakukan In House Training (IHT) adalah sebuah langkah maju. Yakni, ada keinginan menumbuhkembangkan lembaga pendidikan agar cita-cita yang diinginkan bisa terlaksana lebih ringan, cepat, terarah berkat penyamaan persepsi.
Bagi sebagian orang, mungkin Spider- Man hanya untuk anak-anak. Tapi jangan salah, ternyata film yang diangkat dari cerita fiksi komik tersebut digandrungi segala usia. Buktinya, banyak forum diskusi maupun grup dalam media sosial yang membicarakan tentang Spider-Man baik komik maupun filmnya. Bukannya anak-anak, cenderung mereka yang sudah dewasa bahkan berkeluarga maupun sudah lanjut usia.
<br />Libur hari raya berupa cuti bersama sudah usai. Tentu ini menyiratkan langkah untuk kembali menjalani rutinitas bekerja, baik yang menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai swasta, pedagang hingga petani. Kembalinya bekerja pasca libur hari raya harus punya spirit (semangat, roh) yang kuat. Bukan dengan asal bekerja, melainkan bekerja yang menuntut perbaikan baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.
Ramadan yang telah usai menjanjikan banyak janji. Salah satunya banyak orang berjanji saat ramadan usai tak usai semangat ibadah. Nyatanya, usai pula semangat ubudiyah yang dilakukan intensif ramadan.
RAMADAN adalah bulan istimewa. Saking istimewanya hingga terminologinya bisa diuraikan dalam perspektif apapun. Salah satunya adalah dari dimensi sosial, yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 1994:958), memiliki arti berkenaan dengan masyarakat. <br />Bagi penulis, bulan ramadan memiliki sesuatu yang unik bila tinjauannya dari perspektif sosial. Yakni, lahirnya rasa persamaan di antara sesama, umat yang makan dan berpuasa di waktu yang sama. Terlebih dalam perspektif sosial, kita juga bisa melihat hal-hal yang bisa menumbuhkan spirit secara komunal, menyeluruh dan dilakukan banyak orang serta menghadirkan massa kala bulan ramadan. Hal itu bisa dilihat pada hal-hal berikut:
Di zaman modern ini, kemajuan teknologi semakin memanjakan umat manusia. Segala bentuk kemudahan telah tersedia dalam melakukan segala aktivitas manusia. Dahulu, salah satunya aktivitas perdagangan sangat dibatasi ruang, waktu, tempat dan lain sebagainya, namun semua itu kini dapat terlewati. Dengan memanfaatkan gadget yang difasilitasi internet, keterbatasan-keterbatasan kini tak lagi menjadi penghalang setiap insan untuk melaksanakan jual beli.
Hidup ini berubah cukup pesat. Internet membuat perubahan makin cepat saja. Dulu, era tahun 90 an informasi tentang apapun, hanya bisa diperoleh dari sumber terbatas. Kita dapat informasi dari radio atau televisi dengan jumlah informasi yang masih bisa dihitung. Tapi kini, informasi bisa datang tiap detik, selalu berubah, tumpang tindih, seakan tak terbatas.
Pemandangan calon anggota baru Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (Risma-JT) sedang melaksanakan pengabdian (baca: KKN untuk Mahasiswa) dalam bentuk kamping ke beberapa masjid –di Semarang– sungguh patut untuk diapresiasi.