Kekayaan Migas Nasional Dikuasai Asing, Benarkah?
Menjelang pemilihan presiden dan pemilihan legislatif 2019, isu tentang kekayaan sumber daya alam Indonesia, termasuk minyak dan gas (migas) dikuasai pihak asing kembali mengemuka.
Menjelang pemilihan presiden dan pemilihan legislatif 2019, isu tentang kekayaan sumber daya alam Indonesia, termasuk minyak dan gas (migas) dikuasai pihak asing kembali mengemuka.
Ketua Karang Taruna Kabupaten Tuban, Luluk Khamim Muzizat mengajak generasi muda dan kaum milenial untuk memaknai Sumpah Pemuda dengan meningkatkan persatuan dan kesatuan dalam membangun bangsa.
<em>“Digitalisasi, computing power dan data analytic telah melahirkan terobosan-terobosan yang mengejutkan di berbagai bidang, yang men-disrupsi (mengubah secara fundamental) kehidupan kita. Bahkan men-disrupsi peradaban kita, yang mengubah lanskap ekonomi global, nasional, dan daerah serta laskap politik global, nasional dan daerah. Lanskap interaksi global, nasional, dan daerah. Semuanya akan berubah.” (Presiden Jokowi, 16 Februari 2018, Sumber: www.merdeka.com)</em>
Generasi milenial punya tantangan menyambut Revolusi Industri 4.0 dan bonus demografi tahun 2030. Era Revolusi Industri keempat sebenarnya sedang Indonesia tapaki yang ditandai dengan digitalisasi. Contohnya, dari sistem belanja daring sampai pembayaran uang elektronik<em> (e-money)</em>. Tak hanya itu, perubahan di dunia digital begitu marak terjadi di nusantara. Populasi penduduk Indonesia saat ini mencapai 262 juta orang. Lebih dari 50 persen atau sekitar 143 juta orang telah terhubung jaringan internet sepanjang 2017, setidaknya begitu menurut laporan teranyar Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).
Memperingati Hari Kunjung Perpustakaan yang jatuh pada 14 September, Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Tuban dikunjungi sekitar 165 orang. Jumlah tersebut terhitung mulai dibukanya Perpusda sampai pukul sekitar pukul 14.00 WIB hari ini, Jumat (14/9/2018).
Bertepatan dengan Hari Kunjung Perpustakan yang jatuh pada 14 September 2018, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tuban, Joko Prijono berharap, Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Tuban maupun perpustakaan yang ada di masing-masing kecamatan bisa lebih memberdayakan masyarakat.
Kegiatan karnaval yang diselenggarakan Minggu (9/9/2018) di Desa Sugiharjo, Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia(RI) ke-73 membawa kesan tersendiri bagi para penontonnya.
Semarak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia masih berlangsung di beberapa wilayah Tuban bagian selatan. Beranjaknya bulan Agustus sebagai titik tengarai euvoria segenap rakyat dalam mengisi kemerdakaan tak jadi masalah dalam berkegiatan, mengadakan lomba, maupun perayaan puncak hiburan.
Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Ke-73, pastinya akan banyak digelar karnaval, tentu hal ini yang membawa keuntungan bagi pembuat mobil hias.
Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Tuban tahun 2018 akan digelar di Kecamatan Montong. Informasi yang berhasil dihimpun blokTuban.com menyebutkan, jadwal semula akan dilaksanakan pada akhir bulan Juli mendatang, namun ternyata diundur.