Lestarikan Kebun Kopi sebagai Aset Desa, Mahasiswa IAINU Tuban Tanam 400 Bibit di Mbongok

Penulis: Binuri Khoirun Niawati

blokTuban.com - Mahasiswa Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama (IAINU) Tuban menanam sebanyak 400 bibit kopi di kawasan Mbongok, Desa Jetak, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Jumat (24/07/2026). Penanaman tersebut menjadi salah satu upaya nyata dalam menjaga kelestarian kebun kopi yang selama ini dikenal sebagai aset sekaligus potensi unggulan Desa Jetak.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap keberlangsungan perkebunan kopi di desa. Selain bertujuan menambah jumlah tanaman kopi, penanaman bibit juga diharapkan dapat menjaga produktivitas kebun di masa mendatang serta menjadi investasi jangka panjang bagi masyarakat. Kebun kopi di kawasan Mbongok sendiri telah menjadi salah satu potensi desa yang terus dikembangkan karena memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan.

Sebelum proses penanaman dimulai, mahasiswa berkumpul di lokasi untuk menerima arahan sebelum menuju titik penanaman. Dengan membawa bibit dan peralatan sederhana, mereka menanam satu per satu bibit kopi di lahan yang telah disiapkan. Setelah seluruh persiapan selesai, mahasiswa menyebar ke beberapa titik yang telah ditentukan dan menanam bibit kopi secara bergotong royong. Meski medan menuju lokasi cukup menantang dengan kontur berbukit, semangat para mahasiswa tidak surut hingga seluruh bibit berhasil ditanam.

Seluruh proses penanaman dilakukan langsung oleh mahasiswa IAINU Tuban tanpa melibatkan warga sekitar. Setelah bibit selesai ditanam, proses penyiraman dilakukan oleh seorang pendamping yang ditugaskan Kepala Desa Jetak sebagai langkah perawatan awal agar bibit memperoleh cukup air dan lebih mudah beradaptasi dengan kondisi tanah.

Kepala Desa Jetak, Zakky, mengapresiasi kepedulian mahasiswa yang telah menyumbangkan tenaga dan waktunya untuk ikut menjaga potensi desa. Menurutnya, penanaman bibit kopi seperti ini akan memberikan manfaat apabila terus dirawat hingga tumbuh dan menghasilkan.

"Saya senang adik-adik mahasiswa mau turun langsung nanam kopi. Ini bukan cuma soal nanam pohon, tapi juga ikut menjaga aset desa. Semoga bibit yang ditanam hari ini tumbuh dengan baik, nanti beberapa tahun ke depan hasilnya bisa benar-benar dirasakan masyarakat," tutur Zakky.

Pendamping lapangan, Solikhin, yang membantu proses penyiraman bibit mengatakan semangat mahasiswa terlihat sejak awal kegiatan hingga selesai. Ia berharap seluruh bibit yang telah ditanam dapat bertahan dan tumbuh dengan baik.

"Anak-anak tadi semangat semua, walaupun jalannya lumayan dan cuacanya cukup panas tetap diselesaikan sampai tuntas. Saya tinggal bantu nyirami bibitnya setelah ditanam supaya tanahnya tetap lembap. Mudah-mudahan nanti banyak yang hidup dan bisa jadi kebun kopi yang bagus," ucap Solikhin usai mereka menanam bibit.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa IAINU Tuban berharap upaya pelestarian kebun kopi di Desa Jetak dapat terus berlanjut. Ratusan bibit yang telah ditanam diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat keberadaan kebun kopi sebagai aset desa, sekaligus mendukung peningkatan potensi ekonomi masyarakat di masa mendatang. Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, penanaman ini juga menjadi wujud kepedulian generasi muda terhadap pelestarian sumber daya lokal yang dimiliki Desa Jetak.

*Penulis merupakan mahasiswa IAINU Tuban yang tengah menjalankan program KKN.