Kaleidoskop 2016 (5)
Siswa SMA Dominasi Laka Tingkat Pelajar
Kejadian kecelakaan di Kabupaten Tuban cukup tinggi menjelang akhir tahun 2016. Tercatat, sebanyak 2435 Pelajar menjadi korban kecelakaan lalu lintas tersebut.
Kejadian kecelakaan di Kabupaten Tuban cukup tinggi menjelang akhir tahun 2016. Tercatat, sebanyak 2435 Pelajar menjadi korban kecelakaan lalu lintas tersebut.
Kecelakaan di Kabupaten Tuban terbilang tinggi, hingga per 27 Desember 2016 telah terjadi kecelakaan sebanyak 1493 kejadian. Dalam angka kecelakaan tersebut, 2435 jiwa telah menjadi korban, dengan rincian usia sebagai berikut.
Bidang Pariwisata atau tempat rekreasi pada Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) masih mendominasi dalam menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban pada 2016 ini. Pasalnya sebelum Desember berakhir, sekitar Rp1,2 Miliar masuk dalam pemasukan daerah.
Kecelakaan di Kabupaten Tuban memang sangat tinggi. Setidaknya, hampir setiap hari kecelakaan terjadi, baik di jalur pantura ataupun di jalur selatan.
Tahun ini, banjir rupanya masih jadi ancaman daerah bantaran sungai. Tidak hanya di daerah yang dilintasi sungai Bengawan Solo, daerah bantaran Kali Kening pun tak luput dari bencana banjir.
Air bersih pada kehidupan kedepan menjadi kebutuhan yang sangat vital. Sebab itu, pengelolaan sumber air menjadi kunci bagaimana nantinya kebutuhan air dapat disesuaikan sebagaimana mestinya.
Siapa menyangka, permasalahan ketersediaan air bersih yang ada di Desa Ngimbang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, terpecahkan dengan tanah seluas 3x4 meter hasil hibah. Tanah yang ada di Desa Cendoro, Kecamatan Palang, itu ternyata mempunyai bangunan sumur yang ketersediaan airnya melimpah ruah.
Suasana Minggu (30/10/2016) di wisata Goa Ngerong, Desa/Kecamatan Rengel, Kabupaten Bojonegoro cukup ramai. Ratusan pengunjung memadati lokasi dengan pemandangan goa penuh kelelawar dan jutaan ikan. Tapi ada yang aneh, ketika sampai parkir, petugas sudah menarik retrebusi sekalian.
Cuaca mendung menyelimuti Desa Jenggolo, Kecamatan Jenu, di satu pagi menjelang siang. Tepat ketika Liek Setyadi, membawa satu nampan berisi pakan menuju area kolam yang terbuat dari terpal biru. Begitu pakan ditabur, air kolam yang awalnya tenang langsung beriak dengan munculnya ribuan ekor ikan lele yang berebut makan.
<strong><em>“Tangan tua itu terlihat terampil memintal kapas yang dijadikan benang. Kemudian menganyam helaian benang menjadi selembar kain. Alat yang dia pergunakan terbuat dari kayu, yang sesekali dengan tenaganya yang terbatas dia sentak sehingga mengeluarkan bunyi “dog...dog...”.</em></strong>