UDD PMI Tuban Temukan 68 Kantong Darah Terinfeksi Penyakit Menular

Reporter : Savira Wahda Sofyana 

blokTuban.com - Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) Kabupaten Tuban menemukan sebanyak 68 kantong darah terinfeksi penyakit menular selama sebelas bulan terakhir ini. 

Hal tersebut, dibenarkan oleh Humas UDD PMI Tuban, Sardju Effendi. Menurutnya, dari 68 kantong datang yang terinfeksi penyakit menular, sebanyak 44 kantong yang reaktif Hepatitis B. 

"Iya benar mbak, ada 68 kantong darah yang terinfeksi penyakit menular. Yang terbanyak adalah Hepatitis B yaitu sebanyak 44 kantong," ujarnya kepada blokTuban.com saat dikonfirmasi, Rabu (6/12/2023). 

Menurutnya,  puluhan kantong darah yang ditemukan terinfeksi penyakit menular tersebut, diketahui setelah dilakukan pemeriksaan Infeksi Menular Lewat Transfusi Darah (IMLTD), yang diambil setelah darah diambil dari pendonor. 

baca juga:

3 Syarat yang Wajib Dibawa Saat Donor Darah di PMI Tuban

 

Hal tersebut, dilakukan sesuai dengan pedoman yang berlaku, yaitu  Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 91 Tahun 2015. Melalui prosedur pemeriksaan tersebut, maka virus sekecil apapun bisa terdeteksi. 

"Jadi tugas Unit Donor Darah PMI itu melakukan Pemeriksaan HBsAg, HCV, HIV, Sifilis. Itu pedoman kami sesuai Permenkes 91 tahun 2015," katanya. 

Selanjutnya, kantong darah yang dinyatakan reaktif tersebut, akan dibuang oleh petugas sebagai limbah B3. Dimana, UDD PMI Tuban telah bekerjasama dengan pihak ketiga, untuk pembuangan limbah tersebut. 

"Jadi pembuangan kami sudah sesuai prosedur yang berlaku," sambungnya. 

Sementara untuk pendonor yang darahnya reaktif, lanjut Sardju sapaan akrabnya, akan dihubungi oleh petugas untuk melakukan pengecekan ulang. Tujuannya, untuk memastikan hasilnya dengan melakukan pengambilan sampel ulang. 

baca juga:

Dinkes Tuban Minta Masyarakat Waspadai Beberapa Penyakit di Musim Pancaroba

Apabila hasilnya sama, maka petugas akan menganjurkan pendonor untuk konsultasi ke dokter konseling yang telah disediakan oleh PMI Tuban, dan berikutnya akan dirujuk ke RSUD Tuban. 

"Selanjutnya akan kita dirujuk ke RSUD serta data hasil pemeriksaan kita laporkan ke Dinkes Tuban," imbuhnya. [Sav/Dwi] 

 

 

Temukan konten blokTuban.com menarik lainnya di GOOGLE NEWS