Sendang Widodaren Sumberagung Tuban, Bukti Pertemuan Joko Tarub dan Tujuh Bidadari

Penulis : Nurul Mu’affah

bloktuban.com - Membahas soal sejarah memang tak ada habisnya, apalagi di Bumi Wali, Tuban. Hampir setiap daerah memiliki sejarahnya masing-masing, tak terkecuali di Desa Sumber Agung, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Minggu (8/10/2023).

Menurut keterangan yang diberikan Slamet, Kasi Pemerintahan Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang, Tuban. Dahulu desa ini merupakan gabungan dari beberapa desa yakni Desa Sundulan, Desa Morosemo, dan Desa Dempel. Namun setelah tahun 1945 pada saat pemerintahan Noto Leksono, desa-desa tersebut kemudian digabung dan dinamakan Desa Sumberagung.

“Dulu bukan Desa Sumber Agung, dulu itu ada Desa Sundulan, Desa Morosemo, ada Desa Dempel. Itu pada zaman Belanda, setelah tahun 45’ desa-desa itu digabung menjadi satu dan jadilah Desa Sumberagung,” Jelasnya.

Adapun mengenai potensi Desa Sumber Agung, desa ini terkenal akan penghasil tembakau dan tape singkong.

“ Kalau pertanian padi sama tembakau, terus kalua mau dagang, dagangannya orang sini terkenal dengan tape, se-Kabupaten Tuban itu terkenal tape yang paling enak adalah tape daerah sini, tape singkong,” tambah Slamet.

Desa yang dihuni kurang lebih 4.000 jiwa ini memiliki 5 dusun yakni Dusun Dempel, Dusun Ngayung, Dusu Sundulan, Dusun Ngembes dan Dusun Morosemo. Adapun mengenai batas wilayah, Desa Sumber Agung berbatasan dengan Desa Gesing di sebelah utara, Desa Sumurjalak di sebelah barat, Desa Ngrayung di sebelah selatan dan Desa Pakis di sebelah timur.

Konon di desa ini dahulu merupakan desa bertemunya Joko Tarub dengan tujuh bidadari. Hal ini dibuktikan dengan adanya Sendang Widodaren yang disebut-sebut sebagai petilasan Joko Tarub.

“Ir. Soekarmo, Bupati tuban yang ke berapa itu mengarang buku, namanya Sendang Widodaren itu ada di Morosemo ini. Jadi perjalanannya Joko Tarub itu dari sini sampai ke Purwodadi, itu meninggalnya di Purwodadi. Joko Tarub itu anaknya Syekh

Maulana Malik Ibrahim Gresik Bersama Rosowulan anaknya Bupati Tuban, adik Raden Syahid, bapaknya Namanya Wilwatikta dan ibunya Rosoningrum,” terang Slamet.

Di era 80-an, Sendang Widodaren sempat dijadikan objek wisata yang asik dan ramai dikunjungi pengunjung, namun saat ini kondisi tempat tersebut sangatlah memprihatinkan. Hal ini disebabkan karena dahulu petilasan Joko Tarub tersebut dikelola oleh Pemda dan dijadikan taman serta objek pariwisata.

Setelah Pemda geger dengan warga setempat karena tanah itu bukan tanah Pemda, melainkan tanah warga desa dan sidang dimenangkan oleh desa, sejak saat itu akhirnya wisata Joko tarub terbengkalai karena tak ada yang merawat dan orang-orang desa tidak mampu membangunnya lagi. [Af/Ali]