Studi Kelayakan Tol Demak-Tuban Molor Terkendala Anggaran Tanah

Reporter : Ali Imron 

blokTuban.com - Banyak pihak yang menanti segera terealisasinya proyek Jalan Tol Demak-Tuban, salah satunya warga di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Proyek nasional tersebut direncanakan akan meningkatkan koneksi antar wilayah dan terhubung dengan Jalan Tol Semarang - Demak yang mendukung rute Jalan Tol Trans Jawa.

Sesuai data di laman KPBU Kemenkeu, jalan tol ini memiliki kecepatan rencana 100 km per jam. Adapun, nilai investasi diindikasikan sebesar Rp45,71 triliun dengan masa konsesi selama 50 tahun.  

Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono memastikan bahwa proses studi kelayakan akan dikejar perampungannya pada akhir tahun ini. Sebelumnya, studi kelayakan ditarget rampung pada akhir 2022. 

"Kemarin-kemarin kan yang jawab Dirjen Binamarga, sekarang yang jawab saya, akan selesai [studi kelayakannya] pada akhir tahun 2023," jelasnya dikutip blokTuban.com dari Bisnis, Minggu (3/9/2023). 

Ditambahkan oleh Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian bahwa yang menjadi kendala percepatan penyelesaian studi kelayakan Jalan Tol Demak - Tuban adalah adanya keterbatasan anggaran tanah. 

Hedy mengungkapkan, realistisnya proyek jalan tol yang direncanakan dibangun sepanjang 180,58 kilometer (km) ini diproyeksi baru dapat dilaksanakan lelang pada 2025 mendatang. 

"Masalah Demak - Tuban itu akan bisa cepat kalau ada prakarsa. Karena kalau belum ada prakarsa itu, nanti kita harus alokasikan untuk tanah." ujarnya. 

Lebih lanjut Hedy menjelaskan, apabila Jalan Tol Demak - Tuban tetap dikejar pembangunannya melalui prakarsa pemerintah, maka proyek tersebut harus terlebih dahulu menjadi sebagai proyek strategis nasional (PSN).  

"Karena kalau kita masuk ke dalam prakarsa pemerintah, itu harus masuk PSN dan kita harus lakukan anggaran di LMAN. Jadi kalo ada keinginan mempercepat salah satunya jalan ada di prakarsa," pungkasnya. 

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Tuban telah memfasilitas studi Amdal Tol Demak-Tuban pada Agustus 2022 lalu. Pada 16 Februari 2022 telah digelar konsultasi publik proyek tol Demak-Tuban. 

Tercatat total ada 35 desa di mana sembilan desa di Kecamatan Bancar bakal dilalui proyek tol. Di Kecamatan Kerek ada sembilan desa, tujuh desa di Kecamatan Merakurak, enam desa di Kecamatan Semanding, dan empat desa di Kecamatan Tambakboyo.

Informasi yang dihimpun blokTuban.com terdapat beberapa bangun yang masuk dalam peta Tol Demak-Tuban dan bakal digusur. Diantaranya wisata Puncak Banyulangseh, Masjid Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, dan bangunan SMAN 1 Plumpang. [Ali]