Idul Adha Banjir Daging? Perhatikan Cara Mengolah Aman Bagi Penderita Kolesterol

Oleh: Dwi Rahayu

blokTuban.com - Perayaan Idul Adha atau dikenal juga dengan hari raya kurban, identik dengan menyembelih sapi atau kambing. Daging kedua hewan ini rupanya memiliki kadar lemak cukup tinggi, nah berikut hal yang harus diwaspadai ketika mengolah daging agar aman dikonsumsi.

Dilansir dari dokter sehat.com, orang cenderung lebih banyak mengonsumsi daging pada Idul Adha, baik daging sapi maupun daging kambing. Tanpa disadari, konsumsi daging merah yang berlebih menyebabkan asupan zat gizi menjadi tidak seimbang sehingga kondisi kesehatan tubuh bisa terganggu.

Berita terkait: Masyarakat Tuban Wajib Tahu! Begini Cara Memasak daging Kurban di Tengah Wabah PMK

 

1. Batasi porsi konsumsi daging, jangan sekaligus

Daging sapi atau kambing yang diperoleh ketika Idul Adha bisa jadi lebih banyak dan nafsu untuk mengolah sekaligus juga besar. 

Bisa Anda bayangkan jumlah kalori yang masuk ke tubuh? daging merah dan kuah santan adalah nikmat bagi lidah tapi belum tentu bagi tubuh Anda. 

Sebaiknya sebagian daging bisa disimpan atau dibekukan dalam freezer untuk diolah kemudian hari. Bagi Anda yang menderita kolesterol tinggi dapat membatasi asupan makanan yang tergolong daging merah ini.

 

2. Sebisa mungkin hilangkan bagian lemak pada daging

Lemak daging yang tersusun dalam tusuk sate memang nikmatnya bukan main. Tapi pengolahan dengan metode ini berbarengan situasi yang membuat Anda cenderung makan daging lebih banyak dapat berakibat fatal.

Lemak tinggi dalam lemak daging beresiko meningkatkan kolesterol jahat dalam tubuh. Tingginya kadar kolesterol dalam tubuh dapat menyumbat pembuluh darah akibat timbunan lemak. Akibat lainnya sungguhu tidak enak jika dibayangkan.

Maka dari itu bijaklah mengolah daging terutama yang berlemak tinggi. Sebab sehat adalah investasi panjang dalam hidup.

Berita terkait: Jelang Hari Raya Idul Adha 2022, Harga Komoditi daging di Tuban Cenderung Stabil

 

3. Metode memasak daging yang aman

Daing merah dikenal dengan lemak tingginya. Jadi kunci agar aman ketika mengkonsumsi daging dimulai dengan bijak memilih metode masak yang dipilih.

Lemak daging bertemu dengan santan dna minyak goreng merupakan double attack bagi tubuh. Sebaiknya dihindari hal demikian tersebut.

Alternatifnya, bisa menggunakan metode masak dengan merebus, kuah bening, panggang, atau bakar. Namun seorang ahli nutrisi dr. Tam Sot Yen, menekankan dan menganjurkan untuk mengolah daging dengan cara merebusnya. Selain itu konsumsu daging dibarengi dengan sayur dan buah. 

 

4. Menyajikan makanan pendamping tinggi serat 

Saat tersedia banyak daging, orang-orang cenderung melupakan makanan berserat. 

Meski daging di satu sisi mengandung protein dan baik untuk tubuh, tetap harus dibatasi. Anjuran untuk konsumsi protein yang berasal dari hewani sebaiknya bervariasi, misalnya saja telur, ikan, dan ayam. 

Berita terkait: Ada Posko Sekat PMK Mulai 5-15 Juli 2022, Tuban Tak Terima Ternak dan daging dari Luar Jatim

Sementara itu, kebutuhan protein bagi orang dewasa menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) tahun 2013 rata-rata 65 gram per harinya. Daging dapat Anda konsumsi sebanyak 2-3 kali dalam seminggu.

Makanan mengandung serat penting untuk mengurangi lemak dan kolesterol dalam tubuh. Sesuai anjuran ahli nutrisi maknaan pendamping daging bisa mengkonsumsi sayur dan buah, misalnya kacang-kacangan atau umbi-umbian tinggi serat. [dwi]

 

Temukan konten Berita Tuban menarik lainnya di GOOGLE NEWS.