Pengakuan Miyadi Soal Dunia Digital, Singgung Aneka Aplikasi Hingga Ngechip

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Badai digital hari ini membuat siapa saja dipaksa melek digital dalam aktivitas sehari-hari. Tak pandang usia dan kasta. Bahkan sekelas Ketua DPRD Kabupaten Tuban, M. Miyadi pun ikut merasakannya.

Dia menegaskan, penting bagi masyarakat untuk deteksi dini digital untuk bisa digunakan sesuai harapan yang positif. Agar tak jadi salah kaprah. Jika salah kaprah, bakal menjadi problem berkelanjutan.

Tak dipungkiri, hadirnya media sosial (medsos) dalam dunia digital, andaikata tak ada pandemi juga tak akan ada pergerakan semacan ini. Loncatan untuk Tuban mengubah pola digital ke arah lebih baik.

Tercatat per 23 Maret 2020 sampai sekarang ini, mau tak mau, mulai anak kecil sampai orang dewasa harus menggunakan basis digital dan medsos.

"Sekolah, jika tidak menggunakan medsos, ya sudah. Akhirnya terjadi persoalan," buka Miyadi di acara launchinh Tuban Digital Forum, yang menjadi penanda hari ulang tahun ke-6 blokTuban.com di area Grand Javanilla Tuban, Selasa (30/11/2021).

Masih kata Miyadi, saat ini bisa kita lihat, semua caffe, warung, tongkrongan, yang laris itu punya kapasitas jaringan wifi besar. Tempat yang bisa dibuat santai, nyangkruk, menyalurkan kebutuhan mereka untuk medsos, sampai ngechip dan lain sebagainya.

"Pertanyaan saya, apakah baik itu ngechip? Tergantung ngechipnya, baik dan tidak toh," sambung Ketua DPRD Tuban kemudian disambung tawa riuh para peserta dalam forum.
 
Jadi, semua hal itu kembali pada diri masing-masing. Bagaimana gadget kita kendalikan, atau kita yang dikendalikan gadget. Khusnya ponsel pintar yang sudah semua orang memiliki, mau digunakan untuk apa?

"Kalau saya, dulu belum ada Hp, mau baca Yasin, baca Qur'an hampir tidak pernah.
Tapi sekarang, kita sudah ada proses digital dalam Hp. Tiap jam saya bisa baca Quran, paling tidak 1 sampai 2 kali sehari," kisah Miyadi.

Dengan begitu, politisi asal partai PKB itu  paling tidak dalam satu hari ada 1 juz yang bisa dibaca. Sehingga dalam 1 bulan, bisa khatam 1 sampai 2 kali. [feb/mu].