Pekerja PT. Rekind Disweeping Warga Remen

Reporter : Ali Imron

blokTuban.com - Manajemen PT. Rekind dan warga Desa Remen, Kecamatan Jenu, Tuban masih berselisih paham di bidang penyerapan tenaga kerja. Imbasnya pada Senin (28/6/2021) pagi, sekelompok warga setempat melakukan sweeping pekerja.

Sweeping dilakukan di pintu gate 5 kawasan PT. Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI) yang terletak di Desa Tasikharjo, Jenu mulai pukul 07.00 Wib. Sempat diwarnai aksi penutupan pintu gerbang oleh security dan menyebabkan pekerja Rekind tidak bisa masuk.

Data yang pegang pemuda dan warga Desa Remen, jumlah pekerja di luar desa terdampak di Rekind mencapai 344 orang. Angka tersebut kemungkinan bertambah karena belum ditotal dengan yang shift malam.

"Warga lokal Remen tidak lebih dari 30 orang yang terserap di pekerjaan PT. Rekind. Sampai hari ini belum ada deal dengan Rekind soal penyerapan pekerja lokal Remen," kata Ketua Karang Taruna Desa Remen, Ahmad Edo Budiono saat ditemui reporter blokTuban.com di lokasi sweeping.

Budi menambahkan, tuntutan dari warga Remen hanya bisa dilibatkan dalam pekerjaan di EPC Pembangunan 5 Unit Tangki Produk TPPI. Komunikasi telah berlangsung dua kali bahkan sempat di balai desa, tapi belum ada hasil.

Tawaran sementara dari Rekind sebanyak 20 orang dari Remen bisa terlibat, namun saat ini warga menuntut 70 orang bisa masuk. Tidak menutup kemungkinan permintaan warga soal jumlah pekerja akan bertambah bila tidak ada kebijakan khusus dari internal Rekind.

"Setahu warga pekerja Rekind ada yang berasal dari Bontang Kalimantan, Rembang, Pati Jawa Tengah, dan beberapa daerah lainnya," tegasnya.

Sementara itu, dari awal pekerjaan EPC Pembangunan 5 Unit Tangki, Rekind telah melakukan kesepakatan dengan tiga desa yaitu Desa Remen, Purworejo, dan Tasikharjo Jenu. Untuk tenaga lokal level halper, security, driver, flagman dan officr boy diambil dari ring 1.

Presentase untuk Desa Tasikharjo yaitu 45 persen karena area TPPI masuk Tasikharjo. Sedangkan Desa Remen dapat kuota 35 persen dan sisanya untuk Desa Purworejo.

"Ini sudah kita sepakati dari awal dan berjalan. Ketika ada subkon baru maka Rekind kontak dengan tiga desa. Ada yang diwakili Kepala Desa ada pula Karang Taruna," sambung Community Development (Comdev) PT. Rekind, Prasetyo terpisah.

Soal prosentasi, kata Pras biasa disapa juga sempat ditanyakan oleh warga berapa jumlahnya. Waktu itu Rekind belum bisa jawab, karena perusahaan yang bergerak di bidang kontruksi ini jalannya bertahap. Bukan seperti pabrik semisal butuh 1.000 orang kemudian dibagi prosentasenya.

Menyikapi permintaan warga Remen yang ingin memasukkan 60-70 orang di subkon, Rekind sangat keberatan. Pertimbangannya subkon-subkon Rekind akan menghitung budget dan pekerjaan yang hampir selesai.

Klaim pekerja dari Bontang, Pras mengatakan mereka pekerja bawaan subkon yang sudah dilibatkan sejak awal. Mereka adalah pekerja organik yang khusus ditugaskan menangani tangki. Melibatkan pekerja lokal selain tidak nyambung, juga ada standart khusus untuk tukang las.

"Sudah kami sampaikan jika warga lokal ada keahlian khusus bisa bergabung menjadi pembantu tukang las. Rekind tidak ingin pekerjaan beresiko tinggi ditangani oleh pekerja yang belum bersertifikasi," terangnya.

Pekerjaaan EPC Pembangunan 5 Unit Tangki Produk TPPI diinformasikan Rekind mencapai 85 persen dan sisanya tinggal melakukan tes. Beberapa subkon juga telah keluar karena pekerjaannya selesai.

Pantauan di lokasi, sweeping warga berakhir pada 08.45 Wib setelah petugas Polsek Jenu komunikasi dengan massa. Perselisihan tenaga kerja di Rekind akan berlanjut di mediasi pada Selasa (29/6/2021) pagi yang difasilitasi polisi. [ali/ono]