Ada 3 Peristiwa Penting di Bulan Maulid Nabi SAW, Rabiul Awal

Oleh: Dwi Rahayu

blokTuban.com - Peristiwa penting pada bulan Rabiul Awal atau bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW mendapat perhatian khusus bagi umat Muslim di seluruh penjuru tanah air.

Terlebih pada masyarakat Jawa, pada bulan ini di desa-desa hingga kota pada tempat ibadah dari mushalla dna masjid besar umat Islam secara bersama-sama menyelenggarakan Mauludan atau Maulidan.

Penting diketahui pada bulan Rabiul Awal terdapat beberapa peristiwa bersejarah berkaitan hidup dan perjuangan Baginda Rasulillah Muhammad SAW. Beberapa peristiwa penting tersebut meliputi:

1. Kelahiran Nabi Muhammad SAW (Maulid Nabi)

Baginda Rasulullah SAW lahir di kota Makkah pada hari Senen, 12 Rabiul Awal Tahun Gajah, yang betepatan dengan tanggal 23 April 571 M.

Peristiwa yang paling penting adalah kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang disebut sebagai Maulid Nabi.

Maulid Nabi biasanya dirayakan pada tanggal 12 Rabiul Awal dalam kalender Islam. Ini adalah hari penting di mana umat Islam merayakan kehidupan dan ajaran Nabi Muhammad SAW.

2. Hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah

Seperti dikutip dari NU Online, Baginda Rasulullah Muhammad Saw hijrah dari kota Makkah menuju kota Madinah pada hari Senen, 12 Rabiul Awal. 

Hal tersebut terjadi 13 tahun setelah beliau diangkat menjadi Nabi dan Rasul dan setelah beliau menetap di Makkah selama 53 tahun untuk menanam keadilan, menanam kebenaran, menanam kebahagiaan dan menanam rasa kasih sayang dengan sesama manusia. 

Hijrah ini menjadi titik awal dalam kalender Islam, dan tahun Hijriah dimulai dengan hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah.

Salah satu hambatan dan ancaman yang diterima Rasulullah SAW dilakukan paman beliau sendiri, Abu Thalib. Ia meminta agar Rasulullah SAW mau menghentikan kegiatan dakwah Islamiyahnya atas desakan orang-orang kafir Makkah. Permintaan sang paman beliau tolak dengan berani dan tegas. Beliau berkata kepada pamandanya:

يَا عَمِّ، لَوْ وَضَعُوْا الشَّمْسَ فِيْ يَمِيْنِيْ وَالقَمَرَ فِيْ يَسَارِيْ عَلَى أَنْ أَتْرُكَ هَذَا الأَمْرَ مَا تَرَكْتُهُ

“Wahai paman, seandainya mereka meletakkan matahari ditangan kananku dan bulan ditangan kiriku agar aku menghentikan (meninggalkan) dakwah ini, maka aku tidak akan meninggalkannya.” (As Sirah Al Halabiyyah, I/ 408; Subulul Al Huda War Rasyad, II/ 327)

3. Wafatnya Rasulullah SAW di Madinah

Peristiwa wafatnya Nabi utusan terakhir Allah ini terjadi pada hari Senin, 12 Rabiul Awal 23 H. Beliau mewariskan kebenaran, mewariskan kejujuran, mewariswkan kemakmuran, mewariskan kebahagiaan serta kasih sayang yang sempurna. 

Allah SWT berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيْتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينًا

“Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.“ [QS. al Maidah: 3].

Selain itu, pada bulan ini, banyak umat Islam juga mengadakan berbagai kegiatan amal, pengajian, dan peringatan untuk memperingati dan merayakan kehidupan Nabi Muhammad SAW. Namun, penting untuk diingat bahwa perayaan Maulid Nabi tidak diwajibkan dalam Islam dan dapat bervariasi dalam bentuk dan tradisi di berbagai budaya dan negara Muslim.

 

 

Temukan konten blokTuban.com menarik lainnya di GOOGLE NEWS