Produksi Kedelai Kalah Sama Jagung, Watimpres Turun ke Tuban

Reporter : Ali Imron 

blokTuban.com - Berdasarkan data Kementrian Pertanian (Kementan) tahun 2021, Jawa Timur merupakan penghasil jagung terbesar di Indonesia. Produksi jagung di Jawa Timur menghasilkan 5,37 juta ton jagung dengan luas lahan mencapai 1,19 juta hektar. 

Ada beberapa Kabupaten di Provinsi Jawa Timur yang menjadi penghasil jagung terbesar sekaligus menjadi sentra produksi jagung yaitu Tuban, Jember dan Lamongan. 

Kabupaten Tuban merupakan produsen jagung terbesar di Provinsi Jawa Timur yang hampir tak terkalahkan dengan daerah lainnya bahkan menjadi pasokan jagung nasional. 

Pada tahun 2021, produksi jagung Kabupaten Tuban mencapai 758.213 ton dari total luas panen 134.215 Ha. Terjadi peningkatan pada tahun 2022 sebesar 774.322 ton dari luas panen 137.121. 

Selain sebagai penghasil jagung terbesar Jawa Timur juga merupakan penghasil kedelai terbesar. Namun saat ini Produksi kedelai Kabupaten Tuban masih terbilang rendah dibandingkan beberapa kebupaten lainnya di Jawa Timur.

Soekarwo, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), memiliki perhatian besar pada produksi jagung dan kedelai di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Tuban yang diharapkan dapat membantu tercapainya swasembada jagung dan kedelai nasional. 

"Namun demikian, banyak tantangan yang harus dihadapi untuk mencapai hal tersebut," ujar Soekarwo dalam keterangan tertulisnya, Selasa (5/9/2023). 

Kunjungan kerja Anggota Wantimpres ke Kabupaten Tuban diharapkan dapat mengetahui dan menggali lebih dalam mengenai kondisi dan strategi Kabupaten Tuban dalam menjaga dan meningkatkan produktivitas jagung dan kedelai.

Sekaligus dapat dijadikan pelajaran penting bagi peningkatan produksi jagung dan kedelai di level nasional menuju swasembada jagung dan kedelai.

Diketahui, selain padi yang menjadi komoditas utama, palawija juga mempunyai peranan penting dalam Penyediaan pangan di Indonesia. Jagung dan kedelai merupakan komoditas strategis selain komoditas padi. 

Jagung merupakan sumber karbohidrat setelah beras, dan kedelai merupakan komoditas terpenting yang kaya akan protein. Kebutuhan komoditas pangan ini terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan kebutuhan bahan baku industri olahan pangan.

Upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi jagung dan kedelai telah dilakukan, baik melalui intensifikasi maupun ekstensifikasi. Pemerintah juga telah menetapkan target swasembada jagung pada tahun 2024. 

Bahkan Kementerian Pertanian (Kementan) dengan percaya diri, yakin bahwa Indonesia dapat mencapai swasembada jagung pada tahun 2023. Keyakinan ini berdasarkan dari realisasi produksi jagung di tahun 2022 yang ternyata mampu melewati target yang ditetapkan. 

Produksi jagung tahun 2022 mencapai 109% atau 25,18 juta ton dari target sebesar 23,10 juta ton. Sementara untuk swasembada kedelai masih terkendala rendahnya produksi. 

Indonesia memiliki ketergantungan pada negara lain melalui impor kedelai yang tinggi. Berbagai faktor penyebabnya adalah mulai dari rendahnya minat petani, harga yang tidak bersaing, hingga lahan yang terbatas. [Ali]