Demi Kamu, Lautpun Kuseberangi

Reporter : Sri Wiyono

blokTuban.com –  Lebaran 1444 Hijriyah atau 2023 Masehi begitu istimewa. Bukan sekadar harinya yang istimewa, momentnya pun luar biasa. Karena setelah dua kali Lebaran terasa hambar karena dalam kondisi pandemi Covid-19, maka Lebaran 2023 itu gegap gempita.

Gairah mudik meledak-ledak. Seperti udara dalam balon yang terus dipompa. Rindu itu terus mengembang, membuncah dan siap meledak di kampung halalaman. Maka moment mudik Lebaran 2023 terasa begitu bermaksna dan mengharukan. 

Menahan rindu sekian tahun terobati, meski lazimnya seni mudik, ada kamecetan, berdesakan di kendaraan umum dan keriuhan lainnya. Namun, semua itu seolah terhapus dengan harapan dan semangat untuk bertemu dengan orang-orang tersayang di kampung halaman.

Mudik, tentu saja butuh kendaraan. Kendaraan butuh bahan bakar atau BBM, maka untuk menyukseskan mudik itu dbutuhkan ketersediaan BBM yang cukup. Pemerintah bertanggungjawab, dan Pertamina melaksanakannya. Distribusi BBM dan memastikan stok di lapangan selalu tersedia dilakukan.

Melalui Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) Pertamina mengamankan pasokan dan distribusi BBM dan LPG selama arus mudik Lebaran. Seluruh pekerja Subholding Pertamina mulai dari Upstream, Pengolahan, Perkapalan, Pemasaran Hingga Gas bekerja bersama untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi dengan baik.

Satgas RAFI, bekerja 24 jam untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi dengan baik.  Seluruh infrastruktur distribusi energi mengamankan pasokan BBM dan LPG.

“Setelah sebulan persiapan dan pelaksanaan penyediaan energi sepanjang Ramadan dan Idul Fitri, pada hari Jumat 5 Mei 2023, Satgas RAFI 2023 resmi ditutup,” kata Direktur Pemasaran dan Regional PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, di Jakarta.

Satgas RAFI 202, lanjutnya,  memiliki tantangan tersendiri. Tantangan utama adalah meningkatnya jumlah kendaraan jalur darat yang meningkat +5.6% dibandingkan arus mudik dan balik di tahun 2022. Hal ini turut berkontribusi terhadap peningkatan konsumsi BBM terutama gasoline atau bensin yang meningkat +6.4% dibandingkan rerata konsumsi pada Maret 2023.

“Meski demikian, dibandingkan Satgas RAFI 2022 konsumsi ini turun. Hal ini dapat terjadi karena adanya pengaturan lalu lintas yang sangat baik sepanjang arus mudik dan balik 2023, sehingga waktu tempuh perjalanan menurun -14% sehingga ada penghematan penggunaan BBM,” jelas Mars Ega.

Jika gasoline atau bensin konsumsinya meningkat, untuk gasoil atau diesel baik untuk kebutuhan retail maupun industri mengalami penurunan, total penurunan sekitar -13% dari rerata normal. Kebutuhan LPG dan Avtur juga sedikit mengalami penurunan dibandingkan rerata normal, LPG menurun -1% dan Avtur menurun -0.6%.

“Hal ini menunjukkan memang pergerakan mudik mayoritas menggunakan transportasi darat. Untuk Avtur memang turun jika dibandingkan konsumsi normal, tapi jika dibandingkan RAFI 2022, peningkatan konsumsi Avtur di Satgas RAFI 2023 meningkat signifikan mencapai +30%,” kata  Mars Ega.

Tim Satgas RAFI yang saat libur itu  bertugas menyalurkan energi sepanjang hari bisa bangga atas tuntasnya pemenuhan kebutuhan energi yang diperlukan dalam melengkapi perjalanan mudik 123 juta masyarakat.

Fakta di lapangan itu, sesuai dengan prediksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dalam gelar pasukan Operasi Ketupat, Kapolri menyebut  potensi pergerakan masyarakat bakal naik dari 85,5 juta tahun 2022 menjadi sekitar 123 juta naik lebih 45 % pada tahun ini. 

Kondisi itu  harus diantisipasi, sehingga untuk Operasi Ketupat  ini disiapkan 148.261 personel gabungan. Mereka akan menempati 2.787 pos, yang terdiri dari 1.857 pos pengamanan, 213 pos layanan dan  217 pos terpadu.

Bagaimana distribusi BBM itu bisa menjangkau seluruh wilayah Indonesia yang sedemikian luas? Bukankah tidak hanya wilayah yang bisa ditempuh jalur darat yang harus dipasok BBM? Sebab, ada banyak wilayah yang membutuhkan pasokan dari jalur laut. Pertamina harus melakukan itu demi tersedianya BBM di lapangan.

Maka jalur lautpun ditempuh. Ibarat rayuan sesorang yang lagi kasmaran;’’demi kamu, lautpun kuseberangi’’. Dan itu, benar adanya. Lihat saja faktanya, selama masa Satgas RAFI 2023 bertugas, Pertamina melalui Sub Holding Integrated Marine Logistics berhasil mendistribusikan energi sebanyak 302 kapal kargo yang mengangkut BMM. Yang  meliputi kapal domestik 180 unit dan kapal internasional 24 unit.

Jumlah kapal salama Satgas RAFI meningkat 5 kapal dari rata-rata normal sebanyak 297 unit kapal kargo. Penambahan tonase terjadi pada BBM sebanyak 3 kapal, LPG satu kapal dan avtur satu kapal.

Secara keseluruhan jumlah kapal pengangkut BBM merupakan yang terbesar dengan 197 kapal, disusul LPG 43 kapal, crude oil 30 kapal, avtur 16 kapal, dan selebihnya adalah kapal pengangkut black oil, lube (PRX) dan asphalt.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso mengatakan selama masa Satgas RAFI kebutuhan energi dapat terpenuhi dengan baik dengan dukungan ratusan kapal kargo di jalur laut.

“Distribusi berjalan dengan baik, seluruh kegiatan operasional pelabuhan (sandar, lepas, keagenan) dan terminal semuanya dapat berjalan dengan baik,” ujar Fadjar.

Fadjar menambahkan, selama masa Satgas RAFI pengangkutan kapal kargo Pertamina juga dikawal oleh personel TNI untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan.

“Peningkatan pengawasan kargo serta bunker kapal yang dioperasikan oleh Sub Holding Integrated Marine Logistics menempatkan TNI di sebelas (11) kapal, ini untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan,” imbuh Fadjar.

Sementara itu, sepanjang Satgas RAFI 2023 jumlah kendaraan jalur darat meningkat 5,6% dibandingkan arus mudik dan balik di tahun 2022. Hal ini turut berkontribusi terhadap peningkatan konsumsi BBM terutama gasoline atau bensin yang meningkat 6,4% dibandingkan rerata konsumsi pada Maret 2023.

Selain layanan energi, beberapa fasilitas Pertamina juga mendukung berjalannya mudik yang sehat, aman, dan nyaman. Misalnya Rumah Pertamina Siaga yang menyediakan fasilitas beristirahat, arena bermain, hingga pengecekan kesehatan sebelum pemudik melanjutkan kembali perjalanannya.

Fadjar juga sangat mengapresiasi koordinasi erat yang dilakukan antara Pertamina Patra Niaga dengan berbagai elemen dan stakeholder dalam mendukung amannya suplai dan penyaluran energi bagi masyarakat. Menurutnya semua layanan reguler dan tambahan Pertamina tidak akan berjalan dengan maksimal tanpa koordinasi berkelanjutan yang dilakukan bersama.

“Terima kasih kami sampaikan untuk Jasa Marga, BPJT, Kepolisian, TNI, Kementerian ESDM, BPH Migas, dan seluruh stakeholder lain yang turut mewujudkan maksimalnya layanan Pertamina di seluruh jalur mudik,” tandas Fadjar.[ono]