Tata Cara Sholat Ketika Perjalanan Mudik Bagi Umat Muslim yang Harus Diketahui

Oleh: Dwi Rahayu

blokTuban.com – Melakukan perjalanan jauh seperti mudik, harusnya tidak menghalangi seorang umat muslim untuk melaksanakan ibadah sholat wajib. Sholat bahkan bisa dilakukan di dalam kendaraan. 

Menjelang Hari Raya Idulfitri, hamper sebagian besar masyarakat melakukan perjalanan pulang kampung. Mudik biasanya dilakukan menggunakan kendaraan pribadi dan umum yang kerap menjadi alasan menunda sholat. 

Mudik identik dengan perjalanan yang panjang dan memakan waktu lama. Meski demikian, sebagai umat yang baik, seorang muslim tentu tidak boleh meninggalkan sholat wajib lima waktu kecuali di waktu-waktu tertentu.

Maka dari itu, umat Islam perlu mengetahui tata cara sholat di kendaraan. Para ulama memperbolehkan melaksanakan sholat di atas kendaraan. Hal itu tertuang dalam hadis berikut ini:

أَنَّ النَّبِيَّ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- كَانَ يُصَلِّي التَّطَوُّعَ وَهْوَ رَاكِبٌ فِي غَيْرِ الْقِبْلَةِ

Artinya: "Nabi Muhammad SAW shalat tathawwu’ (sunah) saat beliau sedang berkendara, tanpa menghadap arah kiblat."

Tata Cara Sholat di Kendaraan

Cara sholat di kendaraan saat perjalanan mudik lebaran bisa dilakukan dengan posisi duduk. Sebagaimana yang telah diketahui, setiap muslim yang sedang berkendara dan tidak memungkinkan untuk berhenti, maka diperbolehkan untuk sholat sambil duduk. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadis berikut:

"Sholatlah sambil berdiri, jika tidak bisa maka sambil duduk, jika tidak bisa maka sambil berbaring" (HR Al Bukhari: 1117)

Adapun tata cara sholat di kendaraan saat perjalanan jauh adalah sebagai berikut:

1. Dengan posisi duduk di kursi kendaraan, baca niat sambil takbiratul ihram.

2. Tangan bersedekap seperti laiaknya sholat sambil berdiri. Lalu baca doa iftitah, Surat Al-Fatihah, dan surat pendek yang dikehendaki.

3. Untuk rukuk, bungkukkan sedikit posisi duduk.

4. Gerakan iktidal dilakukan dengan posisi punggung lurus seperti dalam posisi duduk sambil berdoa.

5. Sujud dilakukan dengan membungkukkan badan lebih rendah daripada ketika rukuk sebelumnya sambil berdoa.

6. Lalu duduk antara dua sujud dilakukan dengan posisi duduk sempurna di kursi kendaraan sambil berdoa.

7. Sujud kedua dengan membungkukkan badan seperti pada sujud awal sambil berdoa.

8. Duduk kembali dengan sempurna, tangan bersidekap untuk melaksanakan rakaat yang kedua dengan cara-cara yang sama.

9. Duduk tahiyyat akhir. Duduk dengan sempurna letakkan kedua tangan di atas lutut, lakukan dengan membaca doa tahiyyat akhir.

10. Ucapkan salam sambil menolehkan kepala ke kanan dan ke kiri.

 

 

Temukan konten Berita Tuban menarik lainnya di GOOGLE NEWS