11:00 . Obat Alami JSR Atasi Kolesterol, Asam urat dan Darah Tinggi Sekaligus   |   10:00 . Lirik Lagu 'Sang Dewi' - Lyodra Feat Andi Rianto Trending di Youtube Musik Indonesia   |   09:00 . Cerita Sekeluarga Alumni Unair Raih Rekor Muri: Ini Bukan yang Istimewa   |   08:00 . 4 Sifat Wajib Rasul Allah, Patut Dijadikan Teladan Umat I Muslim   |   07:00 . Alasan Pemkab/Kota Harus Membentuk Satgas Patroli Pencemaran Air Bengawan Solo   |   06:00 . 3 Hal yang Sebaiknya Tak Dilakukan Saat Interview Kerja   |   05:00 . Prediksi BMKG Cuaca di Tuban 13 Agustus 2022: Hujan Ringan di Beberapa Titik   |   19:00 . Tingkatkan Minat Baca Generasi Muda, Disperpusip Tuban Akan Fasilitasi Studio Podcast   |   18:00 . Lampu Motor Tidak Dinyalkan Siang Hari? Segini Denda yang Harus Dibayar   |   17:00 . Donor Darah Salah Satu Rangkaian Perayaan HUT RI ke 77 di Tuban   |   16:00 . Calok, Senjata Perang Khas Tuban Waktu Melawan Penjajah Tempo Dulu   |   15:00 . Meriahkan HUT RI ke 77, Pemkab Tuban Gelar Lomba Tradisional dari Sunggi Tampah hingga Rambat Sarung   |   14:00 . Bertajuk Tuban Specta Night, Karnaval Umum Kabupaten Tuban Akan Digelar Malam Hari   |   13:00 . Resep Keju Aroma, Jajanan Kekinian Cocok Untuk Ide Jualan dari Rumah   |   12:00 . Polres Tuban Tampilkan Kolosal Bumi Putera di Gebyar Malam Puncak Harmoni Nusantara 2022   |  
Sat, 13 August 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Ketakutan Warga Gesikharjo Sandarkan Kapalnya Dekat Makam Asmoroqondi

bloktuban.com | Saturday, 21 May 2022 12:00

Ketakutan Warga Gesikharjo Sandarkan Kapalnya Dekat Makam Asmoroqondi Makam Syekh Asmoroqondi di Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang, Tuban. (Foto:Nur/blokTuban.com)

Reporter : Muhammad Nurkholis

blokTuban.comSyekh Ibrahim Asmoroqondi merupakan salah satu wali yang yang berperan besar dalam penyebaran Islam di Tuban. Ia datang dari negeri Samarkand untuk mensyiarkan agama Islam. Sebagai ayah dari Sunan Ampel Surabaya, Asmoroqondi dimakamkan di Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.

Selama menyebarkan agama Islam, Syekh Ibrahim Asmoroqondi atau Syekh Ibrahim as-Samarqandi memiliki beberapa peninggalan seperti, 3 gapura, satu sumur dan masjid. Semua peninggalan tersebut masih terjaga dan kondisinya masih sangat bagus.

Menurut Imam masjid Asmoroqondi, Muttaqin(70), bahwa dulunya ia pernah mendapatkan ceritai dari kakeknya yang tak lain juru kunci makam, Syekh Ibrahim Asmoroqondi  menetap di Dusun Rembes, karena pada saat itu wilayah tersebut terus mengeluarkan air terus menerus. Kondisi itulah, yang membuat Asmoroqondi pindah ke Desa Gesikharjo.

"Malamnya itu ada ramai-ramai tetapi tidak ada orang, menjelang pagi ternyata sudah ada masjid. Menurut pemaparannya juga dulunya di sebelah baratnya masjid itu terdapat sungai tempat berlabuhnya perahu dan di kepalai oleh Sapu Khong. Entah apa yang di katakan Syekh Ibrahim Asmoro Qondi dan apa yang telah diperbuat Sapu Khong perahu itu pecah semua dan di buat menjadi pintu di gapura," ucap Muttaqin.

Baca berita sebelumnya : 2.620 Orang Ikuti Pawai Tarauf Haul Syekh Maulana Ibrahim Asmoroqondi

Ia menambahkan, bahkan sampai saat ini jika orang Gesikharjo memiliki perahu, lebih memilih untuk menyandarkan perahunya di wilayah Rembes atau Klagan. Kepercayaan pemilik perahu secara turun terumur, bahwa jika di taruh di Gesikharjo perahunya akan pecah seperti perahunya Sapu Khong. 

Di salah satu gapura makam Syekh Ibrahim Asmoroqondi, lanjut Muttaqin juga terdapat sebuah tulisan aksara Jawa. Menurutnya, aksara tersebut berbunyi jung bedha kinaryo kori yang memiliki arti perahu pecah bakal dibuat pintu.

Sekedar diketahui, di makam Syekh Ibrahim Asmoroqondi terdapat silsilah yang disusun oleh Sayyid Muhammad Al Aidrus Al Imarotul Muttahidatul A'robiyyah. Urutan pertama dari Nabi Muhammad SAW, kemudian Fatimah Az-Zahra, Al-Husain putera Ali bin Abu Tholib dan Fatimah Az-Zahra, Ali Zainal ‘Abidin, Muhammad Al Baqir, Ja’far As-Sodiq, Ali UUradh, Muhammad An-Naqib, Isa Ar-Rumi, Ahmad al-Muhajir, Ubaidillah, Alawi Awaliyin, Muhammad, Sayyid Alwi, Ali Khola’Qosam, Sochib Marbath, Alwi, Abdurrahman, Abdullah, Abdul Malik, Abdulloh, Ahmad Jalaluddin, Jamaluddin Al Chusain, dan Ibrohim Asmoro. 

Dikutip oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: TUBAN BUMI WALI: The spirit of harmoni, Tuban: Pemerintah Daerah Kabupaten Tuban, 2013, hlm.183 – 191, bahwa menurut cerita tutur yang berkembang di masyarakat, Syekh Ibrahim Asmoroqondi dikisahkan tidak lama berdakwah di Gesik. 

Sebelum tujuannya ke ibukota Majapahit terwujud, Syekh Ibrahim Asmoroqondi dikabarkan meninggal dunia. Beliau dimakamkan di Gesik tak jauh dari pantai. Karena dianggap penyebar Islam pertama di Gesik dan juga ayah dari tokoh Sunan Ampel, makam Syekh Ibrahim Asmoroqondi dikeramatkan masyarakat dan dikenal dengan sebutan makam Sunan Gagesik atau Sunan Gesik. 

Dikisahkan bahwa sepeninggal Syekh Ibrahim Asmoroqondi, putera-puteranya Ali Murtadho dan Ali Rahmatullah beserta kemenakannya, Raden Burereh (Abu Hurairah) beserta beberapa kerabat asal Champa lainnya, melanjutkan perjalanan ke ibukota Majapahit untuk menemui bibi mereka Dewi Darawati yang menikah dengan Raja Majapahit. 

Perjalanan ke ibukota Majapahit dilakukan dengan mengikuti jalan darat dari Pelabuhan Tuban ke Kutaraja Majapahit. [Nur/Ali]

Tag : Tuban, Asmoroqondi, ketakutan warga, Kapal pecah, makam Asmoroqondi, Haul Asmoroqondi



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 07 August 2022 15:00

    Musim Kemarau Tiba, Siapkan Diri Anda

    Musim Kemarau Tiba, Siapkan Diri Anda Setiap pagi hari sejak sebulan lalu, kita sering merasakan dingin. Rasa dingin terasa lebih kuat saat menjelang pagi hari. Hal tersebut merupakan tanda terjadinya masa pancaroba atau bisa disebut dengan...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat