Merawat Kesakralan Berkhidmat, PAC Pagar Nusa Singgahan Gelar Apel Pendekar dan Halal Bihalal

Penulis : Moh. Baidhowi Mawahib Al Baba

blokTuban.com - Untuk meningkatkan soliditas antar pendekar, ratusan anggota Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa (PN) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Singgahan menggelar Apel Pendekar Dan halal bihalal. Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri tidak kurang 300 pendekar, Minggu (08/5/2022).

"Kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin setiap tahunya oleh PAC Singgahan dan pusat kegiatan kali ini bertempat di Ranting Mulyorejo (Trembul)," ujar Kang Baba Badhal dari Ketua PAC Singgahan.

Pendekar asal Bojonegoro itu menambahkan, tradisi halal bihalal sebagai wujud nyata kecintaannya akan tradisi di tubuh NU dan ajang berjabat tangan dan bermaaf maafan sesama saudara. Selain itu, juga usaha mewujudkan persatuan dan kesatuan antara pendekar Pagar Nusa untuk menjaga keutuhan NKRI.

"Sebagai Badan Otonom (Banom) NU, Pagar Nusa siap dan setia di garda depan demi tegaknya NKRI," tegas Kang Baba, sapaan akrabnya.

Terpisah, Pimpinan Cabang (PC) Pagar Nusa, yang kali ini diwakili oleh wakil ketua Muhammad Sholihin menuturkan, dengan adanya halal bihalal dianggap sebagai wadah dan sarana silaturrohim antar warga Pagar Nusa. Sekaligus sebagai solusi mencari kelemahan organisasi, untuk menuju Pagar Nusa yang lebih baik.

Ia juga berpesan kepada Seluruh santri Pagar Nusa (PN) Singgahan bahwasanya, dengan berkembangnya Pagar Nusa di wilayah Kecamatan Singgahan saat ini sangat luar bisa. Semua harus mampu mempertahankan embrio dalam segala segala lini. 

"Karena yakin dan tidak kita yakini bahwa Pagar Nusa Singgahan menjadi menjadi salah satu pelopor berdirinya Pagar Nusa di Kabupaten Tuban," tegasnya

Pihaknya berharap, agar acara serupa bisa dikembangkan di setiap daerah, baik tingkat PAC/Ranting untuk menunjukkan soliditas organisasi.

Sedangkan dari Polsek Singgahan juga berpesan sekaligus menghimbau Pagar Nusa Harus mawas diri dalam kondisi dan situasi apapun. Tidak usah terpancing oleh oknum atau ujatan ujatan yang mengandung profokasi yang nantinya menimbulkan perkelahian.

Sebisa mungkin, Pagar Nusa harus menjadi cermin dan tolak ukur ditengah tengah masyarakat yang selalu mengedepankan santu, dan berahklaqul karimah dalam hidup bermasyarakat. [Ba/Ali]