Reporter: Dahrul Mustaqim
blokTuban.com - Aktivitas pembangunan di kawasan Sekolah Rakyat (SR) Tuban kini berlangsung nyaris tanpa henti. Demi mengejar target operasional pada tahun ajaran baru Juli 2026, pengerjaan proyek dilakukan selama 24 jam penuh dengan sistem tiga shift kerja dan penambahan ratusan tenaga kerja.
Hingga 14 Mei 2026, progres pembangunan Sekolah Rakyat Tuban tercatat telah mencapai 51 persen. Percepatan proyek dilakukan agar seluruh pekerjaan dapat selesai sesuai target kontrak pada 20 Juni 2026.
Koordinator Kepala Lapangan sekaligus Koordinator Wilayah Tuban, Agus Saputra, mengatakan percepatan pembangunan dilakukan melalui berbagai langkah strategis, mulai dari penambahan pekerja hingga percepatan distribusi material.
"Target penyelesaian dinilai realistis dengan melakukan percepatan menambah tenaga kerja, pendatangan material, serta menambah shift kerja menjadi 3 shift agar terselesaikan tepat waktu," ujarnya.
Beberapa pekerjaan utama di kawasan Sekolah Rakyat Tuban telah rampung dikerjakan. Di antaranya striping lahan, timbunan kawasan, pagar kawasan, pekerjaan struktur pondasi, struktur bangunan ground water tank (GWT), hingga penanaman rumput lapangan sepak bola.
Sementara sejumlah pekerjaan lain masih terus dikebut untuk mengejar tahap penyelesaian akhir.
Saat ini, fokus pekerjaan diarahkan pada pembangunan jalan kawasan, jogging track, lapangan basket, lapangan upacara, hingga pengerjaan struktur bangunan lantai dua seperti ring balok dan penutup atap.
Selain itu, pekerjaan arsitektur dan mekanikal elektrikal plumbing (MEP) di seluruh bangunan juga masuk prioritas percepatan.
"Pekerjaan yang sedang dikebut saat ini penutup atap, arsitektur dan MEP setiap bangunan," kata Agus.
Untuk mendukung percepatan pembangunan, jumlah tenaga kerja terus ditambah. Per 14 Mei 2026, proyek tersebut melibatkan sekitar 807 pekerja dengan sekitar 26 persen di antaranya merupakan warga lokal Tuban. Jumlah itu direncanakan meningkat hingga mencapai 1.200 pekerja.
Penerapan sistem kerja pun diperluas menjadi tiga shift. Shift pertama berlangsung pukul 08.00-17.00 WIB, shift kedua pukul 13.00-21.00 WIB, dan shift ketiga dimulai pukul 22.00-04.00 WIB.
"Penambahan tenaga kerja dan jam kerja dilakukan agar seluruh pekerjaan konstruksi bisa selesai sesuai jadwal kontrak," benernya.
Di tengah percepatan pembangunan, kontraktor mengakui terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya menjaga kualitas pekerjaan agar tetap sesuai standar meski dikerjakan dalam waktu yang ketat.
Aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) juga menjadi perhatian utama karena sistem kerja lembur dan bergilir berpotensi meningkatkan kelelahan pekerja. Untuk mengantisipasi hal tersebut, dilakukan pemeriksaan kesehatan rutin, pemberian vitamin, hingga olahraga ringan sebelum aktivitas dimulai guna meminimalkan risiko kecelakaan kerja.
Selain itu, tantangan lain juga datang dari kelancaran logistik material, koordinasi antar tim di lapangan, hingga proses persetujuan material maupun perubahan desain proyek yang harus berjalan cepat.
Pihak pelaksana juga terus melakukan koordinasi dengan dinas dan pihak terkait agar komunikasi selama proses pembangunan tetap berjalan baik. Langkah tersebut dilakukan guna mendukung kelancaran pekerjaan sekaligus menjaga dukungan lingkungan sekitar terhadap proyek pemerintah tersebut.
Sekolah Rakyat Tuban sendiri dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu dengan fasilitas yang cukup lengkap. Di dalamnya akan tersedia ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, ruang guru, tempat ibadah dan masjid, kantin, dapur, gedung serbaguna, hingga berbagai sarana olahraga.
Fasilitas olahraga yang dibangun meliputi lapangan sepak bola, jogging track, lapangan basket, bola voli, serta lapangan upacara. Kawasan tersebut juga dilengkapi jalan lingkungan, area parkir yang memadai, hingga fasilitas ramah disabilitas.
Konsep asrama menjadi salah satu keunggulan utama Sekolah Rakyat Tuban. Sistem tersebut dirancang untuk membangun lingkungan belajar yang lebih terarah dan kondusif bagi para siswa.
"Asrama siswa akan dipisahkan antara putra dan putri untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Setiap asrama dilengkapi kamar luas, toilet dan kamar mandi bersih, hingga ruang laundry," imbuhnya.
Pemerintah juga menyiapkan sistem pendampingan intensif melalui wali asuh yang tinggal dalam koridor asrama bersama siswa.
Selain mengikuti pendidikan formal, para siswa nantinya akan dibiasakan hidup mandiri melalui aktivitas sehari-hari seperti merapikan tempat tidur, mencuci pakaian, hingga memenuhi kebutuhan pribadi secara mandiri.
Konsep tersebut diterapkan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih mendukung, khususnya bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem agar dapat berkembang secara optimal.
"Sesuai kontrak, pembangunan Sekolah Rakyat Tuban ditargetkan selesai pada 20 Juni 2026. Setelah itu, fasilitas pendidikan tersebut diproyeksikan mulai digunakan saat tahun ajaran baru pada Juli 2026," jelasnya.
Sebagai informasi, proyek Sekolah Rakyat Jawa Timur 1 yang mencakup lima wilayah, termasuk Tuban, memiliki nilai kontrak mencapai Rp 1,1 triliun.(*)
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published