21:00 . Tarik Investasi, SKK Migas Jadwalkan Konvensi Hulu Migas   |   20:00 . Peresmian Balai Seni Budaya Nusantara Tuban Dihadiri Nomo Koeswoyo   |   19:00 . Sigini Biaya Pasang Sambungan Baru Air PDAM Tuban Golongan I, II, dan III   |   18:00 . Women King dan Pamali Tayang di Bioskop NSC Tuban Hari Ini   |   17:00 . Tuban Tekno – Inkubasi Inovasi Tahun 2022 Resmi Ditutup   |   16:00 . Lirik Lagu HELLO - TREASURE Beserta Terjemah Bahasa Indonesia   |   15:00 . Beras di Tuban Turun, Telur Ayam Naik   |   14:00 . Sopir Mengantuk, Truk Pengangkut Ayam Terguling di Tuban Rugi Belasan Juta   |   13:00 . Habis Shubuh Rumah Warga Tuban Terbakar, Surat Berharga dan Uang Tunai Lenyap   |   12:00 . Lowongan Kerja Nakes di RS Muhammadiyah Babat untuk Bulan Oktober 2022   |   11:00 . Turun Rp5.000, Harga Emas Antam Dibanrol Rp957.000 Per Gram   |   10:00 . Doa Memohon Agar Memiliki Anak Berakhlah Terpuji   |   09:00 . Hasil Audit BKN Temukan Kesalahan Mutasi 530 Pejabat di Tuban, Ini Respon Jubir Pemkab   |   08:00 . Hebat! Koarmada II Pecahkan Rekor Muri Water Trappen di HUT ke-77 TNI   |   07:00 . Anak Usaha Pertamina Punya 17 Rumah Sakit di Jawa Timur, Terbanyak di Gresik   |  
Thu, 06 October 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Imbas Musim Penghujan, Hasil Panen Blewah di Magersari Kurang Maksimal

bloktuban.com | Sunday, 10 April 2022 11:00

Imbas Musim Penghujan, Hasil Panen Blewah di Magersari Kurang Maksimal Petani blewah Plumpang menjual hasil panennya ke tengkulah per karung. (Foto:Sav/blokTuban.com)

Reporter : Savira Wahda Sofyana

blokTuban.com - Saat memasuki bulan Ramadan 1443 Hijriyah, banyak petani yang memetik berbagai macam buah yang telah ditanam sebelumnya. Petani menilai di bulan Ramadan harga jual dari buah-buahan lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

Oleh karena itu, banyak petani yang memutuskan untuk menanamkan buah-buahan di awal tahun 2022. Kendati demikian, saat panen raya tiba ternyata hasil yang dipetik tidak sesuai harapan. 

Pasalnya, buah-buahan yang sudah ditanam menghasilkan buah yang kurang maksimal. Tidak sedikit pula yang mengalami gagal panen, hal itu imbas dari musim penghujan. 

Seperti yang dialami oleh petani blewah di Desa Magersari, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban yang saat ini sedang panen raya buah blewah. Salah seorang petani blewah, Budi mengatakan akibat intensitas hujan yang tinggi blewah yang ditanamnya menjadi kurang maksimal jika dibandingkan saat musim kemarau. 

"Ini buahnya nggak begitu tumbuh soalnya kebanyakan hujan. Cuacanya kan jelek kemarin jadi pengaruh nggak tumbuh buahnya," terangnya kepada blokTuban.com, Minggu (10/4/2022). 

Meskipun hasil kurang maksimal, namun Budi menilai tidak berpengaruh terhadap harga-harga dari buah blewahnya. Banyak petani blewah yang gagal panen, sehingga buah blewah tidak melimpah seperti panen di tahun-tahun sebelumnya. 

Biasanya, pria yang berasal dari Desa Penidon itu bercerita blewah miliknya dijual per karung ataupun per kwintal, sehingga harga yang ditawarkan kepada tengkulak dengan sistem borongan. 

"Harganya ini stabil, dijualnya per kwintal jadi sudah ada bakulnya (tengkulak) sendiri. Kalau dijual eceran karung-karungan. Satu karungnya Rp100 ribu kalau sudah matang," katanya. 

Di lahan sawah seluas 300 meter persegi tersebut, biasanya Budi bersama dengan istrinya setiap hari selalu memetik buah blewahnya untuk dijual kepada tengkulak yang menghampirinya. 

Pada panen tahun ini, pria ramah itu mengaku sudah empat kali memetik buah blewah miliknya. Sebagaimana diketahui, blewah memang dapat tumbuh secara terus menerus jika mendapatkan perawatan yang baik. 

"Pokoknya tiga karung itu hitungannya satu kwintal, ini sudah metik yang ke empat kali," ungkapnya. 

Lebih lanjut, ia mengaku kesulitan menangani hama yang kerap kali menyerang tanamannya, terlebih pada musim penghujan tiba. [Sav/Ali]

 

Tag : panen blewah Plumpang, harga stabil, musim kemarau, tengkulak, petani blewah Tuban, berita Tuban, info Tuban



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 02 October 2022 10:00

    Blok Cerpen

    Sang Penjaga Bumi

    Sang Penjaga Bumi Guruh, ia adalah seorang anak yang ditinggal oleh kedua orang tuanya. Sejak kedua orang tuanya berpisah ia tinggal bersama mbok Yam. Guruh dan mbok Yam hidup sebatangkara. Setiap harinya selalu berkelana, jalan-jalan...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat