12:00 . Ukuran Bank Dunia, Ketimpangan Penduduk Tuban Rendah   |   11:00 . Ekonomi Tuban 2021 Naik 3,00 persen, Ini Penyebabnya   |   10:00 . Data Imunisasi Anak akan Tersimpan di Aplikasi PeduliLindungi   |   09:00 . Tak Layak untuk Ibadah dan Mengaji, Musala Al Ikhlas Desa Kaligede Akhirnya Direhab Satgas TMMD   |   19:00 . Halal Bihalal di Tuban, Sekum PP Muhammadiyah : Penyakit PMK Jangan Dianggap Remeh   |   17:00 . Gerindra Tuban Tancap Gas, Siap Antarkan Prabowo Subianto ke RI-1   |   16:00 . Libur Akhir Pekan, Yuk Intip Keseruan Anak-anak Bermain Air di Pantai Pasir Putih   |   14:00 . Pantai Semilir Tuban Punya Wahana Baru Banana Boat, Segini Tarifnya   |   13:00 . Ratusan Karya Seni Rupa Siswa Tuban Dipamerkan di Wisata Pantai Kelapa   |   12:00 . Jokowi Tegaskan Perang Tak Untungkan Siapapun, Mendag Fokus Pemulihan Ekonomi ASEAN   |   11:00 . Siap-siap! Vendor SIG Tuban yang Abaikan K3 Terima Skorsing   |   10:00 . Sepenggal Kisah Sumur Gemuling dan Lingga Yoni di Masjid Al-Falah Tuban   |   09:00 . Raden Santri, Kerabat Sunan Muria di Desa Cangkring   |   08:00 . Mendag Lutfi: Penguatan ASEAN Kunci Pertumbuhan Ekonomi Kawasan   |   16:00 . Jangan Takut Cepat Pudar, Begini Cara Mencuci Pakaian Hitam Agar Tetap Pekat dan Terlihat Baru   |  
Tue, 17 May 2022
Jl. Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Belum Ada Jembatan Darurat, Warga Keluhkan Proyek Pelebaran Jembatan Bajingan

bloktuban.com | Friday, 26 November 2021 08:00

Belum Ada Jembatan Darurat, Warga Keluhkan Proyek Pelebaran Jembatan Bajingan DIKELUHKAN : Proyek Pelebaran Jembatan Bajingan Yang Menutup Total Akses Kendaraan. Warga Terpaksa Membuat Jembatan Darurat Sendiri (foto : febri)

Reporter : M. Anang Febri

blokTuban.com - Masyarakat sekitar Desa Mergosari, Kecamatan Singgahan mengeluhkan renovasi pelebaran jembatan bajingan yang merupakan akses menuju Desa Tanggir dan Desa Mulyoagung.

Proyek jembatan bersumber dana alokasi khusus (DAK) yang dikerjakan  oleh CV. Bagus Mardi Kuncoro berupa pelebaran jembatan. Sejak Senin (22/11/2021) lalu  ditutup total dari pengguna kendaraan bermotor. Itu disebabkan oleh longsoran tanah yang menggerogoti badan jalan jembatan, sehingga berbahaya jika dilintasi oleh warga.

Kepala Desa Mergosari, Toha, mengatakan dari  awal pengerjaan proyek jembatan, kendaraan roda dua masih bisa lewat. Namun setelah sekitar seminggu lebih, ada longsor muncul. Entah akibat kontruksi proyek ataupun faktor alam dengan keadaan musim hujan yang tinggi sekarang ini.

Dampaknya, sejumlah pengguna jalan dari arah Mergosari yang ingin menuju wilayah Tanggir dan Mulyoagung tak bisa lewat. Warga harus jalan memutar dan lebih jauh karena belum adanya jembatan darurat.

"Ini sedang kami proses jembatan darurat dengan swadaya masyarakat. Karena dari pemborong tidak menyediakan hal itu," ujar Toha saat dijumpai blokTuban.com di area proyek jembatan, Kamis (25/11/2021).

Ditambahkan Kades, awalnya warga setempat mengeluhkan akses jembatan darurat yang tidak disediakan oleh pemborong proyek. Dari Pemdes Mergosari sempat sharing dengan pihak pemborong proyek, namun pihak proyek mengaku tak ada anggaran untuk jembatan darurat.

Padahal, adanya jembatan darurat sangat berarti bagi masyarakat sekitar. Sebab, aspek pertanian, pendidikan, juga perdagangan berada di antara jembatan tersebut.

"Hari ini warga gotong royong, target selesai tiga hari Mas. Jadi besok harus sudah selesai," kata Kades.

Masih di tempat yang sama, pihak proyek pemborong membenarkan jika pembuatan atau pengadaan jembatan darurat tak ada dalam rencana anggaran biaya (RAB).

"Pedel tiga rit, sama alat berat. Kami diiminta untuk itu. Karena sifatnya akses jalan umum, ya kami siap. Sudah kami lakukan, sekarang tinggal tergantung warga bagaimana mengerjakannya. Karena jembatan darurat tidak ada dalam RAB," terang Ahmad Supriadi mewakili CV. Bagus Mardi Kuncoro menjelaskan.

Soal penutupan total akses kendaraan, ia mengungkapkan bahwa awal pengerjaan proyek sebenarnya sepeda motor bisa lewat. Karena ada bahaya longsor, pihaknya memilih untuk menutup akses jembatan.

Bangunan jembatan yang disebut warga jembatan bajingan itu, bakal dikerjakan selama 60 hari selesai. Dengan spesifikasi pelebaran satu meter kanan satu metet kiri, ditargetkan selesai pada Desember mendatang.

"Untuk anggaran, ke PU saja. Saya tidak ada kewenangan untuk menjawab," pungkasnya kepada blokTuban.com.[feb/ono]

 

Tag : proyek jembatan, dikeluhkan warga, jembatan darurat



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 07 August 2021 14:00

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf

    Mahasiswa Demo Ijazah IAINU Tak Keluar, Rektorat Minta Maaf Aliansi alumni dan mahasiswa IAINU Kabupaten Tuban pada Sabtu (7/8/2021) pagi menggereduk gedung rektorat yang terletak di Jalan Manunggal Kelurahan Sukolilo, Kecamatan/Kabupaten Tuban. Kedatangan puluhan massa tersebut untuk menanyakan legalitas...

    read more