17:00 . Pemkab Tuban Bakal Evaluasi Bansos Lebih Tepat Sasaran   |   16:00 . Jembatan Glendeng Masih Proses Anggaran Lagi?   |   15:00 . Bakpao Buatan Napi Lapas Menggugah Selera   |   14:00 . Tak Terdampak Covid-19, Anak-anak Alihkan BST ke Warga Kurang Mampu   |   07:00 . Awas, Ini Lima Risiko Penyakit Jika Pakai Lipstik Setiap Hari   |   17:00 . Curi Motor di Tuban, Dua Penadah Asal Banyuwangi Dibekuk Polisi   |   16:00 . Tumpukan Ban Bekas Terbakar, Nyaris Merembet ke Bengkel   |   15:00 . Predikat KLA Tuban Naik Jadi Tingkat Madya   |   12:00 . Banyak Warga Miskin Tak Dapat Bansos   |   08:00 . Bigini Landskap Media Digital di Indonesia Versi AMSI   |   07:00 . Lebih Baik Minum Air Panas saat Cuaca Panas, Ini Sebabnya!   |   18:00 . Gandeng Mahasiswa, Kapolres Tuban Bagikan Bansos Kepada Warga Terdampak Covid-19   |   17:00 . Warga Merakurak Meninggal Usai Pesta Miras di Jenu   |   16:00 . Simak Jadwal Dispensasi Perpanjang SIM Yang Habis Masa Berlakunya Saat PPKM   |   15:00 . FPKB DPRD Kritik Kebijakan Bupati Pangkas Anggaran KONI   |  
Sun, 01 August 2021
Jl Sunan Muria no 28, Kelurahan Latsari, Kecamatan/Kabupaten Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Kemenag Jatim Pastikan Broadcast Indonesia Dilarang Masuk Arab Hoax

bloktuban.com | Sunday, 30 May 2021 17:00

Kemenag Jatim Pastikan Broadcast Indonesia Dilarang Masuk Arab Hoax

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Broadcast yang menyebutkan otoritas Saudi Arabia belum mengizinkan warga negara Indonesia untuk berkunjung beredar dalam pesan WhatsApp (WA).

Dalam broadcast update per 29 Mei 2021 itu menyebutkan dimulai pada tanggal 30 Mei 2021 pukul 01.00 waktu Saudi Arabia, otoritas Saudi Arabia mencabut larangan masuk bagi 11 dari 20 warga negara yang sebelumnya dilarang untuk mengunjungi Kerajaan Saudi Arabia.

Rincian 11 negara tersebut adalah, Amerika Serikat, Inggris, Irlandia, Italia, Jepang, Jerman, Perancis, Portugal, Swedia, Swiss dan Uni Emirate Arab.

Sedangkan, 9 negara yang masih belum diizinkan untuk berkunjung ke Saudi Arabia adalah Afrika Selatan, Argentina, Brazilia, India, Indonesia, Lebanon, Mesir, Pakistan dan Turki.

Terakhir, dalam isi broadcast itu juga disebutkan data tersebut bersumber dari Kementerian Dalam Negeri Saudi Arabia.

Menanggapi terkait hal itu, Kabid PHU Kemenag Jatim Dr. H. Nurul Huda, menegaskan, informasi yang beredar terkait 9 negara yang belum diizinkan untuk berkunjung ke Saudi Arabia itu hoax.

"Informasi itu hoax," jelas pria yang juga sekaligus sebagai Plt Kanwil Kemenag Jatim itu usai menghadiri acara peresmian Ma'had Aly Desa Bejagung, Minggu (30/5/2021).

Dia juga menepis keras jika broadcast terkait larangan warga negara Indonesia berkunjung ke Saudi Arabia itu dikaitkan dengan hutang luar negeri dan vaksin sebagai mana yang beredar.

"Yang jelas informasi itu hoax. Terkait dengan pemberangkatan haji tahun ini pihaknya masih menunggu informasi resmi dari Pemerintah Indonesia dan yang punya rumah dalam hal ini Saudi Arabia," pungkasnya.[hud/col]

Sekadar diketahui, Broadcast yang beredar itu berisi:

*Breaking News*

Update per 29 Mei 2021

Dimulai pada tanggal 30 Mei 2021 jam 0100 waktu Saudi Arabia, otoritas Saudi Arabia mencabut larangan masuk bagi 11 dari 20 warga negara yang sebelumnya di larang untuk mengunjungi Kerajaan Saudi Arabia.

11 negara tersebut adalah : 

1. Amerika Serikat.

2. Inggris

3. Irlandia

4. Italia

5. Jepang

6. Jerman

7. Perancis

8. Portugal

9. Swedia

10. Swiss

11. Uni Emirate Arab

9 negara yang masih *belum* diizinkan untuk berkunjung ke Saudi Arabia :

1. Afrika Selatan

2. Argentina

3. Brazilia

4. India

5. Indonesia

6. Lebanon

7. Mesir

8. Pakistan

9. Turki

Sumber : Kementerian Dalam Negeri Saudi Arabia.

 

 

 

 

Tag : Hoax, kebijakan, haji, arab

* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat