Massa Sempat Terlibat Aksi Saling Dorong dengan Petugas

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Setelah berjam-jam orasi di Depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban, belasan mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND) tidak juga ditemui oleh anggota dewan, Rabu (2/5/2018).

Akibatnya, mereka yang mendesak untuk masuk ke dalam Kantor DPRD terlibat aksi saling dorong dengan petugas. Setelah sempat memanas, akhirnya perwakilan mahasiswa diizinkan masuk untuk Memastikan (Mensweping) ruang demi ruang di dalam kantor dewan.

"Kami kecewa karena dalam aksi ini tidak ditemui anggota dewan, bahkan saat perwakilan kami memastikan kedalam tidak ada sama sekali anggota dewan. Dan ini merupakan kesalahan yang sangat fatal," kata Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Zainal Arifin.

Zainal menambahkan, sebelum akhirnya aksi demo bubar, salah satu anggota DPRD Kabupaten Tuban Komisi D yaitu Imron Chudlori yang usai melakukan kunjungan datang. "Dan akan menindaklanjuti apa yang menjadi tuntutan kami," sambungnya.

Sementara itu, Ketua Komisi D Imron Chudlori yang saat itu baru datang usai melakukan kunjungan kerja mengatakan, akan menindaklanjuti tuntutan para mahasiswa ini. Menurutnya moment Hardiknas ini adalah moment yang tepat untuk menyuarakan hal ini.

"Apa yang menjadi tuntutan mahasiswa akan kami sampaikan ke ketua, kemudian kami akan meminta komisi terkait agar segera untuk menindaklanjutinya," pungkasnya.

Diketahui dalam aksi demo tersebut, mahasiswa yang tergabung dalam LMND Tuban membawa empat tuntutan, pertama hentikan liberalisasi, privatisasi, komersialisasi Pendidikan, kedua laksanakan Pasal 33 wujudkan pendidikan gratis, ketiga wujudkan pemerataan infrastruktur pendidikan nasional, dan keempat menolak universitas asing yang mengikis kualitas pendidikan nasional.[hud/ito]