Bermaksud Mengamankan Terop, Malah Meninggal Kestrum

Reporter: Mochamad Nur Rofiq

blokTuban.com - Pujiono Bin Suparman, laki-laki berusia 38 Tahun, asal Dusun Tambakrejo, Desa Sidokumpul, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban tersengat listrik, Minggu (31/12/2017). Pria yang bekerja di persewaan terop itu, menghembuskan nafas terakhir setelah dilarikan ke Puskesmas Bangilan.

Kapolsek Bangilan, AKP Budi Santosa menjelaskan, sekitar pukul 15.30 WIB terjadi hujan lebat diikuti angin kencang di desa setempat. Karena takut teropnya terbawa angin, korban bersama temannya memegangi tiang terop.

"Namun secara tiba – tiba tiang yang dipegang teraliri arus listrik sehingga Pujiono dan Minannurohman tersengat," terang Kapolsek.

Mantan Kasat Rekrim Polres Mojokerto itu menambahkan, mengetahui kejadian tersebut, teman korban lainnya yang bernama Priagung Nugraidi berusaha memutus aliran listrik. Sehingga kedua orang itu terlepas.

Nahasnya, korban Pujiono setelah terlepas dari sengatan listrik, dirinya terjatuh. Kemudian ia dibawa ke Puskesmas Bangilan untuk dilakukan pertolongan. Sayangnya nyawa korban tidak dapat dotolong dan meninggal dunia.

"Barang bukti seutas kabel warna merah hitam dengan panjang 4,5 meter yang terbuka (lecet) berhasil kita amankan," pungkas pria yang pernah juga menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Tuban dan Polres Ngawi itu.

Data yang berhasil dihimpun blokTuban.com di lapangan, terop yang dipasang Pujiono itu rencananya untuk digunakan menyongsong tahun baru 2018 di rumah Slamet Riyadi. Di tempat itu rencananya akan dilaksanakan kesenian karawitan Jawa.

Lantaran takut diguyur hujan, kemudian sekitar pukul 09.00 WIB korban Pujiono bersama Minannurohman dan Piagung memasang terop dan memasang lampu penerangan dengan cara menyambung dari rumah Slamet Riyadi.[rof/ito]