Pengobatan Gurah Maibit Mendunia

Reporter: Dwi Rahayu

blokTuban.com - Berlokasi di Gang Gurah, Dusun/Desa Maibit, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, pengobatan alternatif gurah berdiri sejak beratus tahun lamanya.

Keterangan dari pemilik pengobatan gurah Maslikhan (58), keahlian mengobati menggunakan teknik gurah ini ia warisi dari mendiang kakek yang diturunkan pada mendiang ayah, lalu yang terakhir ia sendiri. Jenis tanaman yang ia gunakan ialah, daun surigonggo yang dimasak di dalam air mendidih kemudian diambil sarinya.

"Saya meneruskan gurah sejak tahun 1982 dan dari generasi ketiga. Dulu gurah dilakukan oleh orang yang bekerja dibidang tarik suara, tujuannya untuk membersihkan lendir yang ada di tenggorokan," kata bapak tiga anak tersebut.

Dalam kurun waktu satu bulan, dia Maslikhan, mampu mengobati sekitar 50 pasien. Sebagian diantaranya berasal dari luar kota dan luar pulau, bahkan luar negeri pun juga ada. "Pernah dari Belanda, Prancis dan Malaysia," kata Maslikhan.

Pasien pengobatan gurah biasanya datang dari kalangan seniman yang bekerja dibidang tarik suara. Namun, belakangan pasien datang memang untuk berobat. Penyakit yang diderita biasanya sesak.

"Dari polisi, pejabat pemerintah daerah, anak kecil, penyiar hingga penembang tayub kenamaan, Nyi Wantika pernah datang kemari," ungkapnya.

Lanjut Muslikhan, terdapat hari istimewa dimana satu hari dalam satu bulan, pasien gurah banyak berdatangan. Yaitu pada hari malam jumat legi, sesuai penanggalan kalender jawa. Diyakini, pada hari tersebut, saat memanjatkan do'a mengharap kesembuhan, akan mudah diijabah/terkabul oleh Tuhan. [dwi/mu]