Masak Pakai Kayu Bakar, Rahasia Bubur Suro di Tuban yang Terkenal Nikmat

Reporter: Muhammad Nurkholis

blokTuban.com – Dibalik lezatnya bubur suro ternyata ada proses yang tetap dijalankan dari dulu agar menjaga kualitas dari rasa bubur Suro itu sendiri.

Bubur Suro sendiri merupakan bubur khas yang dibuat dengan bumbu khusus, di halaman Masjid Astana Sunan Bonang, Kelurahan Kutorejo, Kecamatan/ Kabupaten Tuban.

Menurut koordinator pembuat bubur Suro Muhammad Lazim (80) salah satu proses yang masih dipertahankan dari dulu hingga saat ini dalam membuat bubur suro yaitu memasak menggunakan tungku kayu bakar.

“Dari dulu kita mempertahankan memasak menggunakan tungku kayu bakar,” ujar Muhammad Lazim kepada blokTuban.com, Jumat (31/03/2023).

Menurutnya dengan menggunakan kayu bakar rasa dari bubur Suro terasa lebih khas dibandingkan menggunakan kompor gas, walaupun penggunaan kompor gas tidak dilarang dalam membuat bubur Suro.

Namun yang berbeda saat ini bumbu bubur Suro di sediakan sendiri oleh Yayasan Mabarrot Sunan Bonang. Kalau dulu ketika hendak membuat bubur Suro harus mengambil bumbu di Kelurahan Kutorejo Gang 2 di rumah salah satu penduduk di sana,

“Kalau duduk kita ambil bumbunya di Kutorejo Gang 2, namun saat ini kita membuat bumbunya sendiri,” imbuhnya.

Selain itu perubahan lain ketika masih mengambil bumbu di Kutorejo Gang 2 dalam memasak bubur Suro menggunakan tulang kambing sebagai campuran. Namun saat ini pembuatan bubur Suro tidak menggunakan tulang kambing lagi melainkan tulang sapi.

Dalam satu kali masak pembuat bubur Suro di Halaman Masjid Astana Sunan Bonang pembuat bubur menggunakan 12 kilogram beras dengan 15 kilogram tulang dengan campuran daging.[Nur/Dwi] 

 

 

Temukan konten Berita Tuban menarik lainnya di GOOGLE NEWS