Banjir Sandingrowo, Pemuda Manfaatkan untuk Cuci Motor

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Banjir yang menerjang beberapa desa di Kecamatan Soko, memunculkan berbagai masalah bagi warganya. Mulai dari susahnya akses jalan, rumah yang terendam, sawah menjadi kolam, hingga aktivitas menarik anak kecil yang bermain kubangan, hingga cuci motor dadakan.

Seperti yang terjadi pada lokasi banjir Desa Sandingrowo, Kecamatan Soko. Banjir dari luapan Sungai Bengawan Solo yang meluber ke sungai kecil desa-desa, ditambah curah hujan lokal yang terus mengguyur daerah tersebut, membuat air tergenang di mana-mana.

Saluran air warga turut meluap ke jalan penghubung ke Desa Kenongosari.
Air yang mengalir dari sungai warga, terus berjalan menyusuri tempat lebih rendah hingga ke persawahan. Tak ayal, aliran air dari jalan desa menuju persawahan layaknya air terjun dadakan.

Tampak warga setempat berhamburan keluar. Bukan untuk mengungsi, melainkan menikmati pemandangan sore hari di sela banjir yang berbalut lukisan cahaya matahari tenggelam di ufuk timur.

Tak sedikit juga pemuda dan masyarakat umum memanfaatkan air banjir untuk mencuci kendaraan mereka.

"Alirannya deras, cocok untuk mencuci sepeda motor," kata pemuda setempat, Dedi saat mencuci sepada motor bersama kawan-kawannya.

Sementara itu, warga lainnya cukup kaget dengan datangnya banjir tiba-tiba. "Padahal, tadi sebelum Ashar belum begini. Air belum tumpah ke jalan. Baru sekitar jam empat, airnya membesar dan tumpah ke jalan," ucap Nur hadi, warga Dusun Njegreg-Sandingrowo ketika ditemui blokTuban.com, Jumat (23/2/2018).

Dia juga menambahkan, jika hal tersebut tetap berlanjut, bahkan sampai satu-dua hari mendatang dikhawatirkan persawahan dan rumah warga akan tergenang.

"Sungai ini meluapnya ke jalan sampai ke sawah. Otomatis, jika sungai surut sawah banyak yag terendam. Kalaupun besok tambah parah, sawah dan rumah juga ikut kena imbas banjir," pungkasnya. [feb/col]