Angka Golput di Tuban Selatan Capai 40-50%

Reporter: Ahmad Syahid

blokTuban.com - Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) Tuban telah selesai dilaksanakan, tinggal tahapan rekapitulasi suara untuk menentukan orang nomor satu di Bumi Wali. Namun ada yang menarik dari pelaksanaan Pilkada, Rabu (09/12/2015), dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) di setiap kecamatan di daerah Tuban bagian barat dan selatan.

Pasalnya, angka golongan putih (golput) menunjukan kenaikan yang signifikan. Dari setiap kecamatan di Kabupaten Tuban bagian selatan dan barat, rata-rata surat suara yang tidak digunakan hak pilihnya hampir 40-50 % dari daftar pemilih tetap yang telah ditetapkan oleh Komisioner Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tuban.

Dari data yang dihimpun blokTuban.com di lapangan menunjukkan, misal di Kecamatan Bangilan, dari total DPT 38.025, yang digunakan hak pilihnya yang sah hanya 18.281 suara. Untuk Kecamatan Singgahan, dari total DPT 33.820 suara, yang menggunakan hak pilihnya hanya 17.476 suara. Begitu pula di Kecamatan Senori, dari total jumlah DPT sebanyak 33.588 suara, surat suara yang sah hanya 16.746 suara. Tak jauh beda yang terjadi di Parengan, dari jumlah DPT 43.568 suara, hanya 23.103 surat suara yang sah.

Dari data di atas, terlihat bahwa rata-rata angka golput atau hak suara yang tidak digunakan berkisar mencapai 40-50%. Ketua Panwascam Senori, Abdurahman membenarkan, bahwasannya minat pemilih dalam Pilkada tahun ini sangat minim. Padahal, pihaknya sudah turut serta memaksimalkan sosialisasi yang dilakukan oleh KPU. Rata-rata mereka bekerja di luar kota, sehingga banyak yang tidak pulang untuk menggunakan hak suaranya.

"Iya mas, angka golput cukup tinggi, hampir 50% dari jumlah DPT," jawabnya saat dikonfirmasi blokTuban.com.

Sedangkan Ketua Panwascam Singgahan, Syamsul Hadi, mengatakan jumlah pemilih di Kecamatan Singgahan menurun, dan untuk angka golput meningkat. "Saat ini hampir 48% suara yang golput di Singgahan," ujarnya kepada bT, sebutan blokTuban.com.

Hal ini tak jauh beda dengan Kecamatan Senori. Ketua Panwascam, Abdul Matin, juga mengeluhkan akan tingginya angka golput.

"Ini sungguh pukulan berat, bahwasannya angka golput semakin tinggi, perlu ditingkatkan lagi pendidikan politik bagi warga negara, semoga ini tidak by desain," ujarnya saat ditemui blokTuban.com. [hid/mu]