35 Hektare Lahan Cabai di Desa Kanorejo Gagal Panen Akibat Banjir Bengawan Solo
Sebanyak 35 hektare lahan pertanian cabai di Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, terendam banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo pada Senin (19/5/2025).
Sebanyak 35 hektare lahan pertanian cabai di Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, terendam banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo pada Senin (19/5/2025).
Air baru saja surut sekitar 1 minggu, pil pahit harus ditelan petani di Desa Tambakrejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, karena lahan pertaniannya saat ini harus terendam luapan Sungai Bengawan Solo yang kedua kali.
Tanaman cabai milik petani yang ada di Kabupaten Tuban diserang hama patek dan busuk batang karena pengaruh hujan. Dampaknya produktifitas cabai semula 30 Kilogram, turun menjadi kurang dari 10 Kg sekali panen.
Hujan deras disertai angin yang sering mengguyur beberapa daerah di Kabupaten Tuban pada awal musim penghujan kali ini, merugikan sebagian petani.
Para petani yang ada di Desa Ngandong, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban resah lantaran tanaman cabai di desa tersebut banyak yang terserang penyakit daun mengkriting, Rabu (18/5/2016).
Sudah satu bulan lebih tanaman cabai petani di Desa Tengger Kulon, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban tidak tersiram air hujan. Namun meski begitu, kualitas cabai yang dihasilkan masih tetap bagus.
Mahalnya harga cabe yang ada di pasaran, membuat sebagian petani semakin lebih waspada akan tindakan pencurian tanaman yang mempunyai rasa pedas tersebut, sebab hampir sepekan ini tejadi pencurian cabe di Desa Tengger Kulon Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban.
Para petani yang berada di Kecamatan Grabagan dan Kecamatan Rengel, memanfaatkan sela-sela tanaman jagung untuk ditanami cabai, Kamis (11/2/2016). Hal ini dilakukan agar lahan pertanian bisa mendapatkan hasil yang maksimal.
Dengan keadaan musim yang tidak menentu seperti saat ini, membuat panen cabai petani mengalami penurunan hingga 40%.