Peristiwa persekusi kini tengah menjadi sorotan publik. Pemburuan yang dilakukan terhadap seseorang atau kelompok secara sewenang-wenang itu menyasar pihak tertentu. Salah satu kasus yang terbaru adalah menimpa remaja, M (15) di Jakarta Timur.
Medio bulan empat kemarin, April 2017, kampus UIN Sunan Ampel dihadapkan dengan kondisi percaturan politik mahasiswanya yang lumayan berkabut. Beberapa mahasiswa dari kubu selatan kurang sepakat dengan aturan Pra Pemilu Raya (Pemira) yang dibuat KPU. Karena memiliki indikasi menghalangi kubu tersebut masuk dalam partisipasi demokrasi kampus. Hal tersebut memunculkan beberapa keributan. Salah satunya bentrokan yang terjadi ketika pihak yang diuntungkan oleh regulasi—untuk tidak mengatakan se-pihak dengan golongan yang masih/sedang berkuasa—mengusung calon ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas dengan istilah kerennya Presiden Mahasiswa sedang melakukan kampanye terbuka di lingkungan kampus. Kampanye tersebut berakhir dramatis karena dibubarkan oleh mahasiswa yang kontra dengan aturan yang telah dibuat KPU.
Bertenggernya Persatu Tuban di jagat persepakbolaan Nasional, menjadi berkah bagi penjual atribut yang dominan dengan warna haijau itu. Apalagi, tim berjuluk Laskar Ronggolawe saat ini berada di kasta ke dua liga Indonesia bersama tim besar lainnya.
Persibo Bojonegoro tergabung di group F dan berhasil meraih hasil maksimal di pekan ketiga. Bertandang ke Stadion Merdeka, Kabupaten Jombang, Laskar Angling Dharma berhasil mempermalukan tuan rumah, PSID Jombang dengan skor 0-2.
Asosiasi Provinsi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Jawa Timur, bereaksi atas insiden kericuhan yang terjadi saat Laga Liga III berlangsung, antara Persibo melawan Bumi Wali FC, di Stadion Letjend Soedirman Bojonegoro, Rabu lalu.
Ratusan Suporter loyalis Persatu Tuban, siang ini berangkat ke Stadion Ketonggo Ngawi, untuk mendukung tim Laskar Ronggolawe melawan Persinga Ngawi dalam lanjutan Liga 2, Sabtu (13/5/2017).
Pertandingan Persibo Bojonegoro melawan Bumi Wali FC Tuban, Rabu (10/5/2016) di Stadion Letjen H Soedirman Bojonegoro sempat diwarnai kericuhan. Bahkan pelatih tim berjuluk Laskar Angling Dharma diduga memukul salah seorang pemain lawan.