Kabupaten Tuban Terima Lagi 305 Jemaah Haji Kuota Cadangan
Kabupaten Tuban mendapat lagi tambahan kuota haji musim 1444 H/2023 M sebanyak 305 jemaah.
Kabupaten Tuban mendapat lagi tambahan kuota haji musim 1444 H/2023 M sebanyak 305 jemaah.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) selama menjalani ibadah haji perlu dilakukan oleh para jemaah asal Indonesia. Upaya tersebut menjadi bagian mengurangi resiko penularan Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV).
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban, melalui Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) telah memulai proses perekaman Biometrik Jemaah Haji melalui Aplikasi Saudi Visa Bio, sejak beberapa waktu lalu.
Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Tuban, akhirnya dapat bernafas dengan lega. Pasalnya, kabar yang ditunggu-tunggu terkait kuota haji Tahun 2023 ini, sudah mendapatkan kepastian.
Tantangan berat penyelenggaraan tahun ini adalah bertambahnya jumlah jemaah haji lanjut usia (lansia), yaitu sebanyak 67.199 orang (33,05%). Kita ketahui bahwa jemaah haji lansia memiliki kebutuhan khusus dalam mendapatkan pelayanan kesehatan karena jamaah lansia umumnya memiliki penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan sebagainya.
Kementrian Agama (Kemenag) RI telah memastikan biaya kenaikan perjalanan ibadah haji (Bipih) di tahun 2023 menjadi Rp 49.812.700 dari usulan awal sebesar Rp 69.193.733,60. Sementara Biaya Penyelenggaraan Haji (BPIH) 2023 ditetapkan sebesar Rp 90.050.637,26 atau turun dari usulan sebelumnya sebesar Rp 98.893.909.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tuban, Ahmad Munir menegaskan, karena ada kenaikan perjalanan ibadah haji, maka CJH tahun 2023 juga dikenakan biaya tambahan pelunasan sebesar sekitar Rp 9 juta.
Seiring melandainya Wabah Covid-19 di seluruh dunia, animo masyarakat di Kabupaten Tuban untuk berangkat ke Tanah Suci Makkah, rupanya juga mengalami peningkatan. Hal tersebut, dibuktikan dengan banyaknya masyarakat yang mendaftarkan diri pada Tahun 2022 lalu.
Para keluarga penjemput haji sudah tidak sabar bertemu dengan anggota keluarganya yang telah pulang dari Tanah Suci. Sejak pukul 09.00 Wb, mereka memadati lokasi penjemputan di Kompi Senapan C521 Tuban hingga sepanjang Jalan Sunan Kalijaga, Minggu (17/7/2022).
Dinas Kesehatan Tuban ditugaskan memantau setiap jemaah haji yang pulang dari Tanah Suci selama 21 hari. Pemantauan dilaukan sebagai deteksi dini terhadap penyakit menular, diantaranya adalah COVID-19, Mers-Cov, Meningitis, polio, dan penyakit yang berpotensi menimbulkan Public Health Emergency of International Concern (PHEIOC).