Editor: Mukmin
JAKARTA, blokIndonesia – Pasokan gas dari wilayah Natuna segera dialirkan menuju Batam setelah proyek pipa bawah laut West Natuna Transportation System (WNTS)-Pemping berhasil memasuki tahap Gas-In Commissioning.
Tahap commissioning tersebut dilakukan pada 4 Oktober 2026 pukul 00.00 WIB dan disebut berlangsung aman serta lancar.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan keberhasilan Gas-In Commissioning menjadi salah satu tahapan penting dalam memperkuat pasokan gas dan ketahanan energi nasional.
“Keberhasilan gas-in commissioning pipa WNTS-Pemping merupakan milestone penting dalam upaya memperkuat pasokan gas dan ketahanan energi nasional,” kata Djoko dalam keterangan resmi, Senin (5/10/2026).
Pipa WNTS-Pemping dibangun untuk mengalirkan gas dari wilayah Natuna menuju Pulau Pemping, Batam. Gas tersebut nantinya digunakan untuk mendukung kebutuhan pembangkit listrik PLN di Batam.
Proyek ini melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Medco E&P Natuna sebagai operator, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), PT Transmisi Gas Indonesia (TGI), dan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI).
Setelah Gas-In Commissioning, proyek masih memasuki sejumlah tahapan sebelum gas dapat disalurkan secara penuh ke pembangkit PLN Batam. Salah satunya adalah penyelesaian commissioning fasilitas penerimaan gas di darat atau Onshore Receiving Facility (ORF).
Selain itu, penyelesaian aspek alokasi dan komersial juga menjadi bagian dari tahapan sebelum penyaluran gas ke pembangkit.
Keberhasilan commissioning pipa WNTS-Pemping diharapkan memperkuat pemanfaatan gas domestik sekaligus mendukung keandalan pasokan energi dan kelistrikan di Batam.
Sumber: SKK Migas, Dunia Energi, RRI