Aksi Perampokan Siang Bolong: Mama Muda di Tuban Diikat, Dipukul, dan Ditodong Pisau dalam Rumahnya Sendiri!
Foto: Istimewa, Olah TKP di Rumah Korban (Kaos Coklat)

Reporter: Mochamad Nur Rofiq

blokTuban.com – Aksi kriminalitas yang tergolong nekat dan sadis mengguncang wilayah hukum Polres Tuban. Seorang mama muda berinisial S (24), warga Desa Ngrayung, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, menjadi korban penyekapan dan penganiayaan oleh perampok yang menyelinap masuk ke dalam rumahnya, Sabtu (27/6/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

Korban yang saat itu sedang tak berdaya seorang diri, tidak hanya kehilangan harta bendanya, tetapi juga mengalami trauma mendalam setelah kedua tangannya diikat, dipukul hingga memar, serta diancam dengan sebilah pisau tajam oleh pelaku misterius.

Kapolsek Plumpang, Iptu Danny Rhakasiwi, membenarkan adanya insiden mencekam tersebut. Menurutnya, peristiwa bermula ketika suami korban sudah berangkat bekerja, sehingga menyisakan korban sendirian di dalam rumah. situasi sepi itulah yang dimanfaatkan oleh pelaku untuk menyelinap masuk melalui pintu bagian belakang.

“Korban saat itu berada di rumah sendirian,” ujar Iptu Danny Rhakasiwi saat dikonfirmasi blokTuban.com, Sabtu siang.

Begitu berhasil meloloskan diri ke dalam rumah, pelaku yang bergerak cepat langsung melumpuhkan korban. Tanpa belas kasihan, pria tak dikenal tersebut mengikat kedua tangan mama muda ini menggunakan tali. Guna mencegah korban berteriak meminta pertolongan warga sekitar, pelaku melayangkan pukulan keras bagian belakang leher korban hingga mengakibatkan luka memar.

Tak berhenti di situ, atmosfer mencekam kian menjadi ketika pelaku mengeluarkan sebilah pisau dan menodongkannya ke arah korban. Di bawah ancaman senjata tajam yang bisa merenggut nyawanya kapan saja, korban yang didera ketakutan hebat akhirnya terpaksa menuruti semua kemauan pelaku.

“Korban diikat dan diancam menggunakan pisau,” imbuh perwira berpangkat dua balok di pundak tersebut.

Setelah memastikan korban benar-benar lumpuh dan tidak berdaya, pelaku dengan leluasa menguras harta benda di dalam rumah. Satu unit telepon genggam (HP) dan uang tunai sebesar 4600000 amblas dibawa kabur oleh pelaku yang diduga kuat beraksi seorang diri tersebut.

“Pelaku mengambil HP dan uang tunai 4600000,” beber Kapolsek Plumpang.

Sayangnya, karena kondisi psikologis yang syok berat dan aksi yang berlangsung cepat, korban tidak dapat mengingat secara jelas detail maupun ciri-ciri wajah dari pelaku penyerangan tersebut. Menurut beberapa saksi, pelaku melarikan diri melalui belakang rumah yang merupakan area persawahan.

Kasus perampokan sadis yang meresahkan warga Plumpang ini kini telah resmi dilaporkan dan ditangani oleh pihak kepolisian. Unit Reskrim Polsek Plumpang bersama jajaran Polres Tuban bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam, mengumpulkan bukti-bukti di TKP, serta meminta keterangan intensif dari korban guna mengidentifikasi sekaligus memburu pelaku yang kini buron.(rof)