Perjalanan Literasi Tri Erni Hudayah di Tiga Negara

Reporter : Dwi Rahayu 

blokTuban.com - Tri Erni Hudayah, Kepala SMK Negeri Rengel, menerima penghargaan pada ajang Anugerah Literasi Internasional dan Tour Aksara sebagai Writervator terpilih di Kuala Lumpur pada 24-30 Juni 2024. 

Ia bersama 24 penerima penghargaan lainnya mengikuti perjalanan literasi di tiga negara.

Berdasarkan data yang dilansir blokTuban.com dari situs resmi Pemkab Tuban sebelumnya, Erni telah aktif dalam berbagai kegiatan literasi. Pada 2020, ia dinobatkan sebagai Guru Motivator Literasi oleh Forum Indonesia Menulis dengan karyanya dalam buku “Guru Limited Edition: Jejak-jejak Inspiratif Menjadi Guru Kelas Dunia”. 

Tahun 2022, ia ikut berkontribusi dalam buku “Seribu Bait Cinta Sang Guru”, dan pada 2023, karyanya kembali memenangkan penghargaan dalam buku “Senandung Merdeka Sang Pendidik Bangsa”. 

Karya terbarunya, “The Writer Travelling” Melangkah Dengan Cinta, Bercerita Dengan Karya, mengantarkannya menjadi Writervator Indonesia.

Dengan keterampilannya, Erni berkesempatan mengikuti Tour Aksara ke Malaysia, Singapura, dan Thailand, yang tidak hanya fokus pada perjalanan tetapi juga menulis dan berbagi literasi bersama tokoh-tokoh seperti Dik Doank dan Tony Cihuy.

Menurut Erni, Tour Aksara memberikan pengalaman menulis yang berkesan melalui pendampingan pra-tour, kunjungan ke berbagai destinasi, dan pendampingan menulis perjalanan. 

Destinasi yang dikunjungi termasuk Red Square, Bukit St Paul, Benteng Famosa, dan Kapal Cruise di Malaysia; Patung Singa, Victoria, Jewel Changi, Masjid Temenggong Daeng Ibrahim, dan Universal Studio di Singapura; hingga Hat Yai, Samila Beach, Cham Puak Camp, Masjid Songkhla, dan Floating Market di Thailand.

Erni menekankan pentingnya literasi dalam kemajuan bangsa dan peran keluarga, sekolah, serta masyarakat dalam mempromosikannya. 

Ia berusaha mengembangkan literasi tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk masyarakat luas, percaya bahwa literasi adalah keterampilan penting untuk pembelajaran sepanjang hayat. 

Di sekolah, ia juga mengembangkan program literasi untuk guru dan siswa, membentuk antologi buku karya mereka, dan berharap literasi di Tuban mendapat perhatian lebih.

Menurutnya, "Dengan berliterasi, membaca, dan menulis, kita bisa menggenggam dunia."