Kawasan Ekonomi Khusus, Pembangunan Terintegrasi untuk Kesejahteraan dan Kejayaan Tuban

Penulis: *) H.Abdul Wahid Azar,SH

blokTuban.com - Ada banyak cara dilakukan untuk mengabdi pada daerah. Salah satunya lewat jalur politik melalui mekanisme Pemilihan Umum.  H. Abdul Wahid Azar,SH, yang merupakan seorang pengusaha  Vendor Perbankan dan Founder Job Portal lisensi Kemenaker RI ini  memilih untuk masuk dalam kontestasi Pemilihan Calon Anggota DPR RI tahun 2024 mendatang, Selasa (12/9/2023).  

Abdul Wahid yang masa remaja dan sekolahnya dihabiskan di wilayah Bojonegoro dan Tuban, Jawa Timur ini memilih berlabuh ke Partai Demokrat.

Dalam rangka memberikan sumbangsih pada daerah yang telah membesarkannya, Abdul Wahid memutuskan untuk maju dalam kontestasi Pemilu 2024 sebagai Bakal Calon Anggota Legislatif  DPR RI dari Partai Demokrat untuk Daerah Pemilihan atau Dapil IX Jawa Timur yakni Bojonegoro dan Tuban yang masuk dalam DCS Nomor urut 2.

Memiliki latar belakang pengusaha dan sudah malang melintang dalam sejumlah bidang bisnis, Abdul Wahid memprioriskan pada menetapkan tiga program unggulan di daerah pemilihannya sebagai fokus kerja yang akan ia realisasikan jika terpilih sebagai legislator nantinya. Ketiga bidang itu adalah masalah penggangguran, kesejahteraan petani melalui peningkatan pendapatan dan pengurangan angka stunting di wilayah Bojonegoro dan Tuban.

“Di lapangan saya banyak mendapat aspirasi dan data dari masyarakat khususnya remaja dan kaum milineal tentang sulitnya mendapat pekerjaan di wilayah Kabupaten Tuban, padahal Tuban adalah wilayah pantai dengan sumber daya alam yang tinggi, seharusnya mampu membuat kesejahteraan rakyat, mengatasi pengangguran, terciptnya iklim investasi yang tinggi dan berkembangnya usaha kecil dan menengah.

Saya akan berupaya semaksimal mungkin untuk membangun bangsa bersama mitra-mitra terkait khususnya, dan mitra lintas komisi secara umum nantinya disesuaikan dengan kebutuhan mendesak yang ada di lapangan,” ujar Abdul Wahid dalam siaran pers saat melakukan kunjungan di Kawasan Tuban.

Abdul Wahid menambahkan berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS RI), di tahun 2022 angka pengangguran terbuka di Kabupaten Bojonegoro Tuban mencapai 31.879 orang. Hal ini berpotensi bertambah setiap tahunnya jika penyerapan tenaga kerja di kedua wilayah tersebut sedikit. 

Padahal, caleg yang juga Bendahara Umum Ikatan Persaudaran Haji Indonesia (IPHI) ini melihat potensi  daerah Tuban sangat besar dan dapat dikembangkan untuk penyerapan tenaga kerja local.

Kami akan berusaha agar Para lulusan SMK bisa juga disalurkan ke industry dalam negeri juga  dapat  bekerja ke luar negeri dengan biaya yang ringan atau pinjaman dari bank dengan bunga ringan, dengan harapan selesai bekerja di di luar negeri dapat menjadi UKM-UKM muda yang potensial. 

Saatnya generasi milenal menjadi duta duta pekerja dunia, dan dapat meraih kesempatan Beasiswa Luar negeri dengan biaya murah.

Tentunya sebagai caleg yang bekerja konkrit, saya tidak hanya memberikan janji, tetapi langsung memberikan akses kepada para remaja dan pencari kerja langsung bisa memanfaatkan website kami untuk mendaftarkan diri, tentunya mekanisme dan syarat syarat yang ditentukan tetap berlaku.

Di samping bidang tenaga kerja, Abdul Wahid juga memprioritaskan sejumlah program untuk kesejahteraan petani dan peningkatan gizi masyarakat, sehingga angka stunting bisa ditekan rendah. 

Salah satu bentuk perhatiannya kepada kesejahteraan petani adalah melalui pembuatan Aplikasi pertanian Pola Biofarm untuk gabungan pertanian, perikanan dan peternakan. Dengan adanya penemuan hasil teknologi yang sudah diteliti oleh peneliti pertanian sejumlah perguruan tinggi ini, nantinya biaya yang dikeluarkan petani akan jauh lebih murah ketimbang membeli pakan pabrikan. 

Selain itu, penggunaan pupuk cair multifungsi Biofarm ini hasilnya tidak saja mampu meningkatkan kualitas dan produksi (hasil panen), tetapi juga mampu menyehatkan tanaman dan mengembalikan kesuburan tanah. 

KAWASAN EKONOMI KHUSUS

Salah satu program jangka panjang yang berat tetapi memiliki dampak signifikan untuk membangun daerah Tuban adalah dengan mencanangkan wilayah Tuban Sebagai “ Kawasan Ekonomi Khusus “ merupakan implementasi dari undang undang No.39 Tahun 2009, tetang Kawasan Ekonomi Khusus.

Pembangunan terintegrasi melibatkan berbagai aspek pembangunan yang berjalan bersama dan saling mendukung untuk mencapai kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Ini meliputi beberapa komponen utama.

Sebagai bentuk nyata (riil) dari pembangunan terintegrasi, pengembangan kawasan industri dan maritim menjadi sangat penting. Inilah beberapa alasan mengapa kawasan industri dan maritim dianggap sebagai langkah konkret dalam memajukan pembangunan terintegrasi di TUBAN.

Kawasan industri dapat memberikan beragam lapangan kerja dan peluang ekonomi. Ini bisa mencakup sektor manufaktur, teknologi, energi terbarukan, dan lainnya. 

Kawasan maritim juga bisa memberikan lapangan kerja di bidang perkapalan, perikanan, pariwisata, dan perdagangan internasional. Industri yang selama ini sudah berjalan akan menjadi triger untuk membangun “KAWASAN EKONOMI KHUSUS" ini. Tentunya, semua program unggulan yang akan digulirkannya nanti akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Daerah dan seluruh stakeholder termasuk masyarakat dan mahasiswa.

Jika Kawasan Ekonomi Khusus, Kabupaten Kendal menjadi epicentrum kekuatan ekonomi di Jawa Tengah, maka Kabupaten Tuban akan menjadi Epicentrum kekuatan ekonomi Jawa Timur. 

Karena saat ini perusahaan perusahan kelas dunia sedang mencari wilayah kawasan industri alternatif yang lowcost, sehingga mampu menekan biaya Produksi, dan memiliki akses pelabuhan standar internasional.

Hanya pemimpin yang cerdas dan inovatif yang bisa memikirkan dan mewujudkannya bukan hanya janji-janji. 

Saya siap untuk berdiskusi untuk realisasi projek masa depan tersebut, silahkan buka website saya di www.wahidproinovasi,id  siap untuk berdiskusi dengan kalangan akademisi maupun masyarakat umum.[*/Ali]

*Artikel ini merupakan kiriman dari H.Abdul Wahid Azar, SH Caleg DPR RI Partai Demokrat Dapil IX Jawa Timur.