Berkunjung ke Tuban? Berikut Oleh-oleh Unik Khas Kabupaten Tuban

Reporter : Savira Wahda Sofyana

blokTuban.com - Jika kalian berkunjung ke Kabupaten Tuban, tidak lengkap rasanya apabila tidak membeli oleh-oleh khas Kabupaten Tuban, yang hanya dapat ditemukan di Bumi Wali Tuban Saja. 

Pasalnya, banyak oleh-oleh dan makanan khas Tuban yang unik atau nyeleneh, namun sangat nikmat dan mengandung banyak khasiat jika dikonsumsi oleh Tubuh. Berikut oleh-oleh nyeleneh khas Kabupaten Tuban yang wajib untuk di coba:

1. Ampo

Ampo merupakan jajanan tradisional khas Kabupaten Tuban, yang berbahan utama tanah liat. Kendati terbuat dari tanah liat, namu makanan satu ini aman dikonsumsi karena terbuat dari tanah liat pilihan, sehingga tidak ada kandungan batu di dalamnya. 

Pada umumnya, ampo sendiri dibuat melalui beberapa tahapan, seperti tahap pencetakan, pengeringan, hingga pengasapan. Selain rasanya yang terbilang enak, jajanan yang menyerupai astor ini juga memiliki segudang manfaat, seperti halnya meredakan panas dalam, menghilangkan gatal-gatal, hingga menyerap racun di dalam tubuh manusia.

Salah seorang pembuat ampo di Kabupaten Tuban, Sarpik mengatakan selain dikonsumsi, banyak masyarakat yang memesan ampo untuk dijadikan sebagai sesajen untuk ritual suatu acara tertentu. 

"Biasanya Amponya dijual di Pasar Baru Tuban, harganya satu kilogram Rp10 ribu. Tapi juga dijual secara online, tapi kalau online kebanyakan yang beli orang Bali karena dibuat sesajen," ujarnya. 

2. Keripik Pare

Selain Ampo, oleh-oleh lain yang tidak kalah unik ialah Keripik Pare. Meskipun pada umumnya rasa pahit di dalam pare banyak diakui oleh masyarakat, namun keripik Pare buatan warga di Desa Margosoko, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban ini tidak terasa pahit sama sekali di lidah. 

Owner Keripik Pare R&G, Kayami mengungkapkan inovasi pembuatan Keripik Pare ini, dilakukannya karena keinginannya untuk mengubah rasa pahit Pare, menjadi cemilan kekinian dan bernilai jual tinggi, sejak awal Tahun 2020 silam. 

Berkat keuletan yang dijalaninya tersebut, kini produk perempuan berusia 41 tahun ini sudah berkeliling ke Nusantara. Pasalnya, selain berjualan secara offline, Ami sapaan akrabnya juga memasarkan produknya secara online. 

"Untuk satu kemasan Keripik Pare saya bandrol dengan harga Rp12 ribu, dengan sistem penjualan online dan offline, kalau offline biasanya saya titipkan di tempat-tempat yang menyediakan tempat untuk pelaku UMKM seperti Hotel Frontone King Tuban," paparnya. 

3. Keripik Daun Jati 

Pada umumnya, daun jati digunakan oleh masyarakat sebagai pewarna alami makanan ataupun sebagai pembungkus makanan. Namun, di Kabupaten Tuban, daun yang berbentuk lebar dan memiliki serat ini justru disulap menjadi makanan yang kaya akan khasiat. 

Pembuat Keripik Daun Jati, Ivon Meyrinda menjelaskan dalam sebulan ia mampu memproduksi kurang lebih 1000 pcs daun Jati, dengan berbagai varian rasa. Mulai dari original, pedas Bagor hingga pedas Nori. 

Untuk satu bungkus keripik daun jati sendiri, biasanya Ivon membandrolnya dengan harga Rp10 ribu per kemasan.

"Keripik daun jati ini juga memiliki banyak manfaat, karena berbahan utama dari daun jati. Seperti halnya bagus untuk pencernaan dan bagus juga untuk perawatan kulit," pungkasnya. 

4. Teh Bunga Telang 

Bunga telang atau biasa disebut dengan Clitoria Ternatea merupakan tanaman yang cukup dikenal di kalangan masyarakat. Selain dimanfaatkan untuk menghias rumah, ternyata bunga satu ini juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Tak heran, jika sekarang tanaman ini banyak diolah menjadi suatu produk makanan, seperti halnya yang dilakukan oleh perempuan yang tinggal di Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, yang berhasil menyulap Bunga Telang menjadi teh yang berkhasiat tinggi.

"Untuk masalah khasiat dari bunga ini sangat luar biasa, karena bunga telang mengandung Flavonoid rasanya juga ada manis-manisnya. Sehingga dia bisa menurunkan kadar gula dalam darah," kata perempuan yang akrab disapa Retno ini. 

Sementara untuk produk Teh Bunga Telang tersebut, biasanya perempuan berhijab ini memasarkannya dengan harga yang bervariasi. Seperti halnya teh kemasan pouch dengan berat 25 gram, dihargai Rp25 ribu, dan untuk bunga telang kering kemasan toples dengan berat 35 gram, dibandrol dengan harga Rp40 ribu.

Sementara untuk produk olahantelang siap minum, dibandrol dengan harga Rp10 ribu per botol. Bunga Telang serbuk siap seduk dijual harga Rp25 ribu dengan isi 150 gram, sedangkan kemasan 300 gram harganya Rp55 ribu. [Sav/Dwi]

 

Temukan konten Berita Tuban menarik lainnya di GOOGLE NEWS